Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung pada 1.000 hari pertama kehidupan yang bisa dicegah dengan pengetahuan orang tua tentang pentingnya makanan bergizi dan perawatan anak sejak dini. Angka prevelansi Stunting pada tahun 2023 di Indonesia mencapai angka 21.5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan pengetahuan orang tua dengan risiko kejadian Stunting di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden/orang tua sebanyak 34 orang, yang dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner STRONGKids, FFQ (Food Frequency Questionnaire), dan lembar kuesioner pengetahuan orang tua. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik sebanyak 23 (68%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko Stunting (p-value = 0,002). Selain itu, sebanyak 16 (47%) orang tua memiliki pengetahuan yang kurang tentang Stunting, dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan risiko Stunting (p-value = 0,025). Stunting dapat dicegah melalui perbaikan pola makan dan peningkatan pengetahuan orang tua. Diperlukan peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi sejak masa kehamilan serta penguatan peran posyandu sebagai garda terdepan. Jika kesadaran orang tua terhadap pentingnya gizi dan perawatan anak tidak segera ditingkatkan, maka penurunan angka stunting nasional akan sulit tercapai. Maka intervensi edukatif perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan masyarakat agar dapat mencegah terjadinya Stunting.
Copyrights © 2026