Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji dan Minuman Bersoda Telah Terbukti Menyebabkan Diabetes Mellitus di Desa Banyuanyar, Banyuwangi Haswita; Varadila Istika Umami; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Journal of Pubnursing Sciences Vol 2 No 03 (2024): Journal of Pubnursing Sciences (JPS)
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jps.v2i03.152

Abstract

The non-communicable disease with the largest death toll globally is diabetes mellitus (DM). This disease can affect anyone, especially people with risk factors such as obesity, infectious diseases, hereditary factors, or an unhealthy diet. An unhealthy diet can result in increased sugar levels, which leads to serious symptoms such as dehydration, dizziness when standing, shortness of breath, and unconsciousness. This study aims to analyze the relationship between the habit of consuming fast food and soft drinks with the incidence of diabetes mellitus in Banyuanyar village, Banyuwangi. This type of research is of a quantitative type accompanied by a cross sectional design. The population of this study is people with Diabetes Mellitus in Banyuanuar Village, Banyuangi. There were 30 respondents with sample collection using the total sampling methodology. Questionnaires and sugar levels check include research instruments. The results of the Spearman's rho test obtained a significant value of p-value 0.016>0.05, meaning that there was a correlation between the habit of consuming fast food and soft drinks and the incidence of diabetes mellitus in Banyuanyar village, Banyuwangi. The importance of increasing knowledge in consuming fast food and soft drinks.  The conclusion of this study is that there is a significant relationship between the habit of consuming fast food and soft drinks for people with Diabetes Mellitus.
Pengaruh Edukasi Teknik Spinal Anastesi Dan Teknik Desarda Menggunakan Media Video Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hernia Inguinal Lateral Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Chelfin Ainun Nafis; Achmad Kusyairi; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2050

Abstract

Hernia inguinalis lateral merupakan salah satu kasus bedah terbanyak setelah apendisitis dan dapat menyebabkan kecemasan tinggi pada pasien, terutama saat fase pre-operatif. Ketidaktahuan pasien tentang prosedur operasi dan anestesi menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan. Pemberian edukasi melalui media video tentang teknik spinal anestesi dan teknik Desarda diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Mengetahui pengaruh edukasi teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan pasien hernia inguinalis lateral di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs. Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 14 responden (46,6%) mengalami kecemasan sedang, 13 responden (43,3%) mengalami kecemasan berat, dan 3 responden (10%) mengalami kecemasan sangat berat. Setelah diberikan edukasi, terjadi penurunan tingkat kecemasan secara signifikan, dengan 28 responden (93,3%) mengalami kecemasan ringan dan 2 responden (6,6%) mengalami kecemasan sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05). Edukasi mengenai teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral.
Hubungan Pola Makan Dan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Risiko Stunting Di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Nur Aini; Rizki Yulia Purwitaningtyas; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2055

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung pada 1.000 hari pertama kehidupan yang bisa dicegah dengan pengetahuan orang tua tentang pentingnya makanan bergizi dan perawatan anak sejak dini. Angka prevelansi Stunting pada tahun 2023 di Indonesia mencapai angka 21.5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan pengetahuan orang tua dengan risiko kejadian Stunting di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden/orang tua sebanyak 34 orang, yang dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner STRONGKids, FFQ (Food Frequency Questionnaire), dan lembar kuesioner pengetahuan orang tua. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik sebanyak 23 (68%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko Stunting (p-value = 0,002). Selain itu, sebanyak 16 (47%) orang tua memiliki pengetahuan yang kurang tentang Stunting, dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan risiko Stunting (p-value = 0,025). Stunting dapat dicegah melalui perbaikan pola makan dan peningkatan pengetahuan orang tua. Diperlukan peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi sejak masa kehamilan serta penguatan peran posyandu sebagai garda terdepan. Jika kesadaran orang tua terhadap pentingnya gizi dan perawatan anak tidak segera ditingkatkan, maka penurunan angka stunting nasional akan sulit tercapai. Maka intervensi edukatif perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan masyarakat agar dapat mencegah terjadinya Stunting.