Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) tulang pada anak merupakan bentuk TBC ekstraparu yang jarang dan sering terlambat terdiagnosis karena gejala awal tidak spesifik serta keterbatasan pemeriksaan konvensional. Deskripsi Kasus: Dilaporkan seorang anak laki-laki usia 3 tahun dengan keluhan nyeri tungkai dan pincang progresif tanpa riwayat trauma. Pemeriksaan radiologi awal dan tes tuberkulin menunjukkan hasil tidak mendukung, sementara kondisi klinis memburuk hingga tidak dapat berjalan. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan paraparese dan hasil TB-LAM urin positif. Pasien mendapat terapi obat anti-tuberkulosis fase intensif dan fisioterapi dengan perbaikan klinis signifikan setelah satu bulan. Pembahasan: Kasus ini menyoroti peran TB-LAM urin sebagai alat bantu diagnosis non-invasif pada TBC tulang anak ketika pemeriksaan standar tidak konklusif. Implikasi Manajerial: Diperlukan penguatan clinical pathway, sistem rujukan, dan akses diagnostik untuk mencegah keterlambatan diagnosis. Simpulan: Integrasi pendekatan klinis dan manajerial penting untuk meningkatkan luaran pasien TBC pediatrik.
Copyrights © 2025