Kasus kekerasan seksual yang melibatkan tenaga medis di Indonesia menunjukkan bahwa relasi kuasa masih menjadi persoalan serius, terutama ketika korban berada pada posisi yang lemah secara struktural maupun simbolik. Media massa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman publik terhadap kasus-kasus kekerasan seksual melalui pilihan bahasa, sudut pandang, dan penekanan tertentu dalam pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media online merepresentasikan kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa teks berita dari media online nasional. Fokus analisis diarahkan pada posisi subjek–objek serta posisi pembaca dalam teks pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media secara konsisten memposisikan pelaku sebagai subjek yang memiliki otoritas profesional, sementara korban ditempatkan sebagai objek empati yang tidak memiliki ruang suara langsung. Selain itu, pembaca diarahkan untuk mengecam pelaku dan menuntut tanggung jawab institusi terkait.
Copyrights © 2026