Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa menghadirkan narasi kritis tentang kemunafikan religius, penindasan terhadap perempuan dalam struktur sosial patriarkal. Tokoh utama, Kiran, digambarkan sebagai perempuan religius yang taat beragama dan memiliki integritas moral. Namun, kehidupannya berubah drastis ketika ia difitnah oleh Abu Darda, seorang pemimpin agama yang memiliki kekuasaan simbolik dan sosial yang kuat di lingkungan masyarakat. Fitnah tersebut menyebabkan Kiran kehilangan kepercayaan publik, mengalami pengucilan sosial, serta tidak mendapatkan dukungan dari lingkungannya bahkan dari keluarganya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penindasan perempuan, relasi kuasa patriarki yang di atas namakan agama, serta bentuk perlawanan tokoh perempuan dalam film melalui perspektif feminisme sosialis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis adegan, dialog, dan alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan keterkaitan antara patriarki, kekuasaan religius, dan kontrol sosial terhadap tubuh serta moral perempuan. Film ini juga menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya keadilan, empati, dan sikap kritis dalam memaknai religiusitas.
Copyrights © 2026