Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan neuropati kompresi simtomatik pada nervus medianus di dalam terowongan karpal yang ditandai dengan peningkatan tekanan intrakarpal dan penurunan fungsi saraf. Kondisi ini merupakan gangguan tangan dan lengan yang umum dijumpai, terutama pada wanita di atas usia 30 tahun, dengan etiologi yang meliputi faktor hereditas, trauma, gerakan repetitif pada pekerjaan, hingga kondisi metabolik seperti diabetes melitus. Manifestasi klinis utama berupa parestesia, nyeri nokturnal, hingga atrofi otot thenar pada stadium lanjut. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik provokatif seperti tes Phalen dan tanda Tinel, serta didukung oleh pemeriksaan elektrodiagnostik berupa Nerve Conduction Studies (NCS). Tata laksana CTS mencakup pendekatan konservatif melalui splinting pergelangan tangan, fisioterapi, dan injeksi kortikosteroid lokal, sementara intervensi bedah dekompresi diindikasikan pada kasus yang refrakter terhadap terapi konservatif atau yang menunjukkan defisit motorik berat. Secara keseluruhan, prognosis CTS umumnya baik dengan penanganan yang tepat, meskipun risiko rekurensi tetap perlu diwaspadai.
Copyrights © 2026