Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran matematika, yang ditandai dengan rendahnya minat belajar, kesulitan memahami konteks soal, serta hasil belajar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis STEM dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian terdiri atas 58 siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu, yang terbagi menjadi kelas eksperimen (29 siswa) dan kelas kontrol (29 siswa). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan pada tahap pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis STEM lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional. Rata-rata nilai siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 61,24 menjadi 75,44, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 67,58 menjadi 72,48. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai lebih besar dari , sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEM lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dibandingkan pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2025