Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Problematika Mengenai Keterbatasan Tenaga Pendidik Dipulau Terluar Terkhusus Guru Matematika Di SMAN 6 Bengkulu Utara Kecamatan Enggano Winda Husnul Khatima; Tivany Pebiola; Resti Komala Sari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah suatu perkara yang sangat penting bagi setiap bangsa. Di sisi lain, pendidikan dianggap problematika. Di antara problematika itu adalah keluhan kurikulum, sistem, tenaga pendidik dan lain sebagainya. Artikel ini membahas tentang ragam problematika dan solusi alternatif mengenai keterbatasan tenaga pendidik terkhusus pendidik matematika di Pulau Enggano yang dari waktu ke waktu berbeda-beda dengan kehidupan masyarakat yang semakin berkembang sangat pesat, kurangnya sarana dan prasarana, keterbatasan jumlah guru, dan fasilitas yang tidak memadai di daerah terpencil seperti Pulau Enggano. Mengajar dan belajar matematika adalah jantung dari pendidikan. Belajar matematika bertujuan untuk menghubungkan sekolah dengan kehidupan sehari-hari, memberikan akuisisi keterampilan, mempersiapkan siswa sebagai tenaga kerja, dan menumbuhkan pemikiran matematika. Artikel ini juga membahas solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi problematika pada pembelajaran Matematika di daerah terpencil seperti Pulau Enggano. Selain itu, juga membahas tentang keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan faktor yang menyebabkannya dari keterbatasan tersebut serta hasil yang diperoleh setelah adanya solusi yang diberikan dalam mengatasi problematika pada pembelajaran Matematika di daerah pulau terluar tersebut. Sehingga dengan adanya pembahasan tersebut dapat menghasilkan kesimpulan bahwa problematika yang terjadi di daerah terluar seperti Pulau Enggano dalam pembelajaran Matematika ini disebabkan oleh beberapa faktor, adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) karena keterbatasan akses untuk menuju ke pulau terluar tersebut yang masih minim serta dengan adanya solusi yang tepat dapat memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil dalam mencari ilmu khususnya pada pembelajaran Matematika. Selanjutnya metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, Wawacara dan Dokomentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan problematika pembelajaran matematika di SMA Negeri 6 Bengkulu Utara Kecamatan Enggano yaitu penguasaan konsep matematika yang tidak baik dan motivasi belajar yang tidak baik. Solusi alternatif dari problematika tersebut adalah scaffolding, pendekatan personal kepada peserta didik, penggunaan media pembelajaran yang lebih menarik motivasi peserta didik dalam belajar matematika, dan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Perbandingan Pembelajaran STEM dan Konvensional dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Tivany Pebiola; Fatrima Santri Syafri; Betti Dian Wahyuni
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0402.04

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran matematika, yang ditandai dengan rendahnya minat belajar, kesulitan memahami konteks soal, serta hasil belajar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis STEM dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian terdiri atas 58 siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu, yang terbagi menjadi kelas eksperimen (29 siswa) dan kelas kontrol (29 siswa). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan pada tahap pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis STEM lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional. Rata-rata nilai siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 61,24 menjadi 75,44, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 67,58 menjadi 72,48. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai lebih besar dari , sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEM lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dibandingkan pembelajaran konvensional.