Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan dalam mendorong mobilitas sosial serta mengkaji bagaimana layanan Bimbingan Konseling (BK) dapat berfungsi sebagai intervensi strategis untuk mengatasi ketimpangan sosial ekonomi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap enam jurnal relevan, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki kontribusi signifikan terhadap mobilitas sosial melalui peningkatan akses pekerjaan, pendapatan, dan partisipasi sosial. Namun, berbagai hambatan struktural masih menghambat fungsi pendidikan sebagai alat mobilitas, termasuk ketimpangan ekonomi, disparitas geografis, perbedaan modal budaya, serta kesenjangan kualitas pendidikan. Temuan penelitian menegaskan bahwa layanan BK berperan penting dalam memberikan asesmen psikologis, konseling individual/kelompok, pendampingan akademik, manajemen stres, advokasi akses beasiswa, dan perencanaan karier bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Layanan BK juga berfungsi menjembatani siswa dengan berbagai kebijakan pemerintah seperti KIP, BOS, Wajib Belajar 12 Tahun, dan Merdeka Belajar. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi antara pendidikan yang berkualitas, kebijakan publik yang inklusif, serta layanan BK yang profesional merupakan kunci untuk mendorong mobilitas sosial yang lebih adil dan merata di Indonesia.
Copyrights © 2025