Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi intervensi pedagogis terhadap krisis karakter tanggung jawab siswa di era digital yang seringkali hanya tersentuh pada tataran kognitif. Tujuan penelitian adalah menganalisis operasionalisasi dimensi pendidikan karakter Thomas Lickona dalam menguatkan nilai tanggung jawab siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap enam informan kunci (kepala madrasah, guru, dan orang tua), serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan tanggung jawab diintegrasikan melalui strategi sistematis yang mencakup: 1) Moral knowing melalui refleksi kritis; 2) Moral feeling melalui keteladanan pendidik; dan 3) Moral action melalui pembiasaan peran sosial dan konsekuensi logis. Temuan empiris mengonfirmasi peningkatan disiplin dan kemandirian tugas siswa sebagai dampak dari sinergi ekologis antara madrasah dan keluarga. Meskipun terkendala oleh distraksi media digital, implementasi kerangka Lickona terbukti efektif mentransformasi nilai menjadi perilaku otonom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedagogi karakter yang menyentuh ranah afeksi dan tindakan nyata secara konsisten merupakan kunci efektivitas pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar Islam.
Copyrights © 2025