Gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan stres merupakan permasalahan yang terus meningkat, khususnya pada kelompok usia produktif seperti mahasiswa. Deteksi dini gangguan mental masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan akses layanan profesional, stigma sosial, serta ketidakpastian gejala psikologis yang bersifat subjektif dan saling tumpang tindih. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model klasifikasi gangguan kesehatan mental berbasis sistem pakar menggunakan metode Dempster–Shafer dengan memanfaatkan evidence psikologis dari instrumen standar PHQ-9, GAD-7, dan DASS-21. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian terapan dengan metode kuantitatif, di mana skor kuesioner dikonversi menjadi nilai belief dan dikombinasikan menggunakan teori Dempster–Shafer. Penelitian melibatkan 35 responden mahasiswa sebagai subjek penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Dempster–Shafer mampu menggabungkan evidence psikologis yang tidak pasti dan tumpang tindih untuk menghasilkan nilai keyakinan gangguan mental secara terukur. Hasil klasifikasi menunjukkan dominasi gangguan depresi dengan persentase 75,43% tingkat keyakinan tinggi dibandingkan gangguan kecemasan dan stres. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi instrumen psikologi standar dengan metode Dempster–Shafer efektif digunakan sebagai alat skrining dini gangguan kesehatan mental, namun tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis klinis.
Copyrights © 2026