Penelitian ini membahas hibriditas dalam naskah drama “Mangir” karya Pramoedya Ananta Toer, yang menggambarkan interaksi kompleks antara nilai sosial, budaya, pendidikan, religius, dan politik dalam konteks masyarakat kerajaan Mataram Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif. Model ini terdiri dari tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menemukan bahwa naskah drama “Mangir” mencerminkan adanya hibriditas didalamnya.Hibriditas tersebut tercermin pada masyarakat Mangir yang berprinsip gotong royong, keadilan sosial, solidaritas, dan penghormatan pada tradisi serta nilai religius yang terjalin erat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, naskah ini juga mengangkat kritik terhadap masa otoriter dan menekankan pentingnya kepemimpinan yang egaliter. Melalui hibriditas sastra tersebut, Pramoedya Ananta Tour berhasil menyampaikan dinamika kehidupan masyarakat pad masa tersebut.
Copyrights © 2025