Digitalisasi merupakan keniscayaan dalam menghadapi era 4.0, menuntut perubahan signifikan dalam pola kerja dan administrasi lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi kebijakan digitalisasi budaya kerja tenaga pendidik di Pesantren Lukmanul Hakim Medan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap dokumen kebijakan internal pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan digitalisasi di Pesantren Lukmanul Hakim telah mencakup beberapa aspek krusial, seperti penggunaan sistem informasi manajemen (SIM) untuk absensi dan penilaian, serta pemanfaatan Learning Management System (LMS) untuk pembelajaran. Namun, ditemukan pula tantangan signifikan, terutama terkait resistensi terhadap perubahan dari sebagian tenaga pendidik senior dan kebutuhan akan peningkatan infrastruktur jaringan serta pelatihan literasi digital yang berkelanjutan. Implementasi yang berhasil memerlukan strategi komprehensif yang melibatkan sosialisasi intensif, penyediaan dukungan teknis yang memadai, dan integrasi kurikulum digital. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun progress telah dicapai, keberlanjutan dan efektivitas digitalisasi sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan pesantren dan partisipasi aktif seluruh stakeholder terkait
Copyrights © 2025