Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEACHER PERCEPTIONS IN IMPLEMENTING THE CONCEPT OF INDEPENDENT LEARNING EDUCATION syahida az zahra; Budi; Agus Salim Hasibuan; Zakiyah Darajah; Tuah Akbar Daulay; Nazla Khairunnisa Damanik
Journal of Educational Science Learning and Research Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : CV. Asy Persada Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pendidikan Merdeka Belajar (PMB) merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan yang mengedepankan kemandirian dan kebebasan belajar bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi kepala sekolah terhadap penerapan konsep PMB di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam kepada kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana penerapan kurikulum Merdeka di SMP Swasta Baitul Aziz, (2) mengetahui kendala apa saja yang dihadapi kurikulum Merdeka bagi siswa dalam belajar. SMP Swasta Baitul Aziz, (3) menjelaskan bagaimana perubahan kurikulum Merdeka di SMP Swasta Baitul Aziz mempengaruhi, (4) menjelaskan peran orang tua dalam kurikulum Merdeka di SMP Swasta Baitul Aziz. Subyek dalam penelitian ini adalah peran kepala sekolah sebagai penunjang pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, kemudian peran guru pada Kurikulum Merdeka sebagai arsitek pembelajaran yang inovatif dan fokus pada pengembangan karakter, kreativitas dan kemandirian siswa. Dan siswa sebagai mata pelajaran dalam kurikulum Merdeka bersifat berpusat pada siswa, Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar sesuai minat dan bakatnya bersama-sama dengan guru sebagai arsitek pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa tantangan utama yang dihadapi sekolah yang belum menggunakan KMB antara lain kurangnya pemahaman konsep dan prinsip KMB, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur, penolakan terhadap perubahan, dan ketidakpastian terkait peran guru dan siswa. dalam pembelajaran yang lebih mandiri. Maka implikasi temuan tersebut terhadap kebijakan pendidikan dan praktik manajemen sekolah dibahas dalam penelitian ini, beserta rekomendasi untuk memperkuat dukungan bagi sekolah yang sedang dalam proses transisi menuju KMB.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIGITALISASI BUDAYA KERJA TENAGA PENDIDIK DI PESANTREN LUKMANUL HAKIM MEDAN Nazila Fujianti Rambe; Raja Nazira Tasya Fadillah; Artika Lubis; Agus Salim Hasibuan; Tengku Darmansah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi merupakan keniscayaan dalam menghadapi era 4.0, menuntut perubahan signifikan dalam pola kerja dan administrasi lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi kebijakan digitalisasi budaya kerja tenaga pendidik di Pesantren Lukmanul Hakim Medan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap dokumen kebijakan internal pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan digitalisasi di Pesantren Lukmanul Hakim telah mencakup beberapa aspek krusial, seperti penggunaan sistem informasi manajemen (SIM) untuk absensi dan penilaian, serta pemanfaatan Learning Management System (LMS) untuk pembelajaran. Namun, ditemukan pula tantangan signifikan, terutama terkait resistensi terhadap perubahan dari sebagian tenaga pendidik senior dan kebutuhan akan peningkatan infrastruktur jaringan serta pelatihan literasi digital yang berkelanjutan. Implementasi yang berhasil memerlukan strategi komprehensif yang melibatkan sosialisasi intensif, penyediaan dukungan teknis yang memadai, dan integrasi kurikulum digital. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun progress telah dicapai, keberlanjutan dan efektivitas digitalisasi sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan pesantren dan partisipasi aktif seluruh stakeholder terkait