Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional di abad ke-21. Namun, praktik pembelajaran di perguruan tinggi masih didominasi pendekatan konvensional yang kurang memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengajaran berbasis riset dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa program sarjana yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran berbasis riset yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses perumusan masalah, penelusuran literatur, pengumpulan dan analisis data, serta penyajian hasil penelitian, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes berpikir kritis berbasis esai yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji statistik inferensial dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peningkatan paling menonjol terlihat pada indikator kemampuan analisis dan evaluasi argumen berbasis bukti. Temuan ini menunjukkan bahwa pengajaran berbasis riset efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian pengajaran berbasis riset secara sistematis dalam pembelajaran di perguruan tinggi dengan dukungan peran dosen sebagai fasilitator akademik
Copyrights © 2025