Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MEDIA SOSIAL DAN DEGRADASI AKHLAK: RESPONS PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Muh. Ramadhan; Mukmin Mukmin; Syahrul Syahrul
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda, namun dampaknya terhadap degradasi akhlak menjadi tantangan serius bagi pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial terhadap penurunan nilai akhlak serta merumuskan respons pendidikan Islam berbasis nilai. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis dengan analisis konten terhadap 25 artikel terpublikasi (2019–2024) dari database Scopus, Google Scholar, dan jurnal terakreditasi SINTA. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: (1) Konten negatif (hoaks, cyberbullying, pornografi) di media sosial berkontribusi pada penurunan akhlak siswa melalui mekanisme imitasi dan desensitisasi; (2) Respons pendidikan Islam terbagi dalam tiga level: kurikuler (integrasi literasi digital dalam pembelajaran), institusional (kebijakan sekolah berbasis Islamic digital ethics), dan sosial (kolaborasi dengan orang tua dan komunitas); (3) Tantangan implementasi meliputi minimnya pelatihan guru dan kurangnya regulasi spesifik. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul etika digital berbasis nilai-nilai Islam untuk memperkuat ketahanan moral peserta didik.
MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN LAYANAN PERPUSTAKAAN Muh. Ramadhan; Anjasmara, Anjasmara
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran manajemen perpustakaan dalam meningkatkan kualitas layanan di era digital. Menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai aspek manajemen perpustakaan yang efektif untuk menghadapi tantangan kontemporer. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh area kunci dalam manajemen perpustakaan modern: (1) pengembangan koleksi strategis, (2) implementasi teknologi informasi, (3) pengembangan kompetensi staf, (4) pendekatan berorientasi pengguna, (5) kolaborasi dan kemitraan, (6) evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, serta (7) manajemen sumber daya yang efisien. Studi ini menemukan bahwa perpustakaan yang mengadopsi pendekatan manajemen holistik, berfokus pada kebutuhan pengguna, dan memanfaatkan teknologi secara efektif cenderung lebih sukses dalam meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini menyoroti pentingnya adaptabilitas dan inovasi dalam manajemen perpustakaan untuk mempertahankan relevansi di era digital, sambil tetap memenuhi peran tradisional perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran. Implikasi penelitian ini mencakup kebutuhan akan pengembangan strategi manajemen yang adaptif dan penelitian lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang dari berbagai pendekatan manajemen terhadap efektivitas layanan perpustakaan.
Pemanfaatan Lahan Terbengkalai untuk Pertanian Modern dengan Green House Muh. Ramadhan; Hamsah
Macoa : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Macoa : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan terbengkalai adalah sebidang lahan yang secara fisik tidak memiliki bangunan atau penggunaan yang jelas, namun memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Meskipun lahan tersebut tidak sedang digunakan atau dikelola secara aktif, seringkali lahan terlantar memiliki kesuburan tanah atau sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, seperti pertanian, perkebunan, atau bahkan pembangunan infrastruktur. Penting untuk mengidentifikasi dan mengelola lahan terlantar dengan bijak, agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan. Keunggulan lain dari penggunaan greenhouse adalah kemampuannya dalam melindungi tanaman dari hama, binatang pengganggu, dan penyakit tanaman. Dengan dinding yang tertutup rapat, greenhouse mengurangi peluang bagi serangga dan hewan pemangsa untuk mengakses tanaman. Selain itu, kelembapan yang terjaga di dalam greenhouse juga membantu mengurangi risiko infeksi jamur dan bakteri yang sering menyerang tanaman, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman secara keseluruhan. Penanaman sayuran di area ini dikelola secara organik, dengan pemanfaatan pupuk alami seperti kotoran kambing untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Proses ini menghindari penggunaan pestisida sintetis, sehingga menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan dan aman untuk dikonsumsi.
REAKTUALISASI KONSEP ‘ADAB’ DALAM PENDIDIKAN ISLAM: STUDI KOMPARATIF KRITIS PEMIKIRAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS DAN M. AMIN ABDULLAH Muh. Ramadhan; Mukmin; Faisal, Andi; Musdalifah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42329

Abstract

This study aims to critically compare the conceptualization of ‘adab’ in Islamic education according to Syed Muhammad Naquib al-Attas and M. Amin Abdullah. Using a qualitative approach with critical literature study design, this research analyzes the epistemological, methodological, and practical differences between the two thinkers. The results show that al-Attas positions ‘adab’ as a metaphysical-cosmological foundation that restores the hierarchical order of knowledge and existence, while Abdullah reconstructs ‘adab’ as an integrative-interconnective ethics capable of dialoguing with plural and fragmented contemporary knowledge. Although both place ‘adab’ as the heart of transformative education, their approaches differ in source of authority, methodology, and orientation. This study offers a dialectical synthesis of both paradigms, proposing ‘adab’ as an epistemic compass in the digital era, a foundation for inclusive identity, and holistic ecological ethics. The research concludes that the reactualization of ‘adab’ requires a combination of strong metaphysical foundations (al-Attas) and flexible contextual methodologies (Abdullah) to address contemporary challenges without losing Islamic identity. Keywords: Adab, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, M Amin Abdullah, Islamic Education, Comparative Study, Integration-Interconnection, Islamization of Knowledge.
Konsep Wajilun dalam Al-Qur’an (Studi Kajian Tafsir Maudhu’i) Muh. Ramadhan; Achmad Abubakar; Andi Miswar
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Wajilun dalam Al-Qur’an (Studi Kajian Tafsir Maudhu’i) Muh. Ramadhan; Achmad Abubakar; Andi Miswar
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AL-QUR’AN SANTRI TAMAN PENGAJIAN AL-QUR’AN (TPQ) AN-NABA KOMPLEKS BTN TAHOA KABUPATEN KOLAKA Tasya Khoirunnisa; Abdul Haris Nasution; Muh. Ramadhan
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan bisa kita dapatkan dimana saja, baik di TPQ, di dalam lingkungan keluarga, dan di lingkungan masyarakat. Akan tetapi pendidikan yang paling mendasar adalah pendidikan yang didapatkan di dalam lingkungan keluarga, sebab keluarga merupakan pendidikan yang pertama dialami oleh anak.Bentuk pola asuh orangtua ada tiga macam yaitu pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif. Setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda dalam mendidik seorang anak. Pola pengasuhan orangtua harus sesuai dengan kebutuhan anak agar anak dapat berkembang dengan baik dan maksimal, sehingga prestasi dalam proses pembelajaran yang akan dialami oleh anak akan lebih berjalan secara optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh pola asuh orangtua terhadap prestasi belajar al-Qur’an Santri TPQ An-Naba Kompleks BTN Tahoa Kabupaten Kolaka ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pola asuh orangtua terhadap prestasi belajar al-Qur’an Santri TPQ An-Naba Kompleks BTN Tahoa Kabupaten Kolaka. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif korelasional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pola asuh orangtua (pola asuh otoriter = X1, pola asuh permisif = X2, dan pola asuh demokratis = X3), dan prestasi belajar al-Qur’an sebagai variabel terikat. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil dari perhitungan  uji T masing-masing variabel X menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh pola asuh otoriter (X1) terhadap prestasi belajar al-Qur’an (Y) adalah sebesar 0,464 > 0,05 dan nilai thitung 0,739 < ttabel 2.013. Nilai signifikansi untuk pengaruh pola asuh permisif (X2) terhadap prestasi belajar al-Qur’an (Y) adalah sebesar 0,290 > 0,05 dan nilai thitung 1.069 < ttabel 2.013. Nilai signifikansi untuk pengaruh pola asuh demokratis (X3) terhadap prestasi belajar al-Qur’an (Y) adalah sebesar 0,097 > 0,05 dan nilai thitung 1,696 < ttabel 2.013. Selanjutnya hasil dari uji F diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh variabel X terhadap Y adalah sebesar 0,224 > 0,05 dan nilai Fhitung 1,512 < Ftabel 2,80. Dari hasil kedua uji di atas disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pola asuh orang tua otoriter, permisif, demokratis maupun secara simultas terhadap prestasi belajar al-Qur’an Santri TPQ An-Naba Kompleks BTN Tahoa Kabupaten Kolaka
Analisis Kelayakan dan Strategi Pengembangan Usahatani Cabai Rawit di Desa Poda Kecamatan Tutar Kabupaten Polewali Mandar Muh. Ramadhan; Ansyar; Salmawati
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 6 No 1 (2026): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v6i1.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan merumuskan strategi pengembangan usahatani cabai rawit di Desa Poda Kecamatan Tutar Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 21 responden petani cabai rawit. Analisis kelayakan dilakukan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit Cost Ratio (B/C), sedangkan strategi pengembangan ditentukan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata biaya produksi sebesar Rp 12.090.000 per hektar per musim tanam, dengan penerimaan Rp 75.000.000 dan pendapatan bersih Rp 62.910.000. Hasil analisis finansial menujukkan nilai NPV positif Rp 1.142.918.000, IRR bekisar 70-75% (jauh di atas suku bunga pinjaman), dan B/C ratio sebesar 5.2 (>1), yang berarti usahatani cabai rawit layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Analisis SWOT menempatkan posisi usaha pada kuadran III, yang menunjukkan perlunya strategi untuk meminimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang. Strategi yang direkomendasikan mencakup pelatihan pascapanen, peningkatan keterampilan budidaya dan pemasaran digital, serta penguatan kelembagaan kelompok tapi melalui dukungan kebijakan pemerintah dan akses modal. Temuan ini menegaskan bahwa usahatani cabai rawit di Desa Poda berprospek baik secara ekonomi, namun keberlanjutan pengembangannya memerlukan inovasi teknologi dan penguatan organisasi petani.