Bank Indonesia mendukung pembayaran digital melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT), termasuk pada industri fintech seperti OVO. Meskipun memiliki basis pengguna yang banyak di Indonesia, aplikasi OVO memiliki rating 3,7 dari 5 yang menunjukkan aplikasi belum memiliki kepuasan yang baik sehingga perlu dilakukan evaluasi layanan untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Selain itu, tingginya kasus kebocoran data pada aplikasi keuangan menimbulkan persepsi negatif terhadap perlindungan data pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan pengguna aplikasi OVO berdasarkan variabel content, accuracy, format, ease of use, timeliness, dan perceived security, kemudian menentukan aspek-aspek layanan yang perlu dilakukan evaluasi beserta prioritas perbaikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kombinasi End User Computing Satisfaction termodifikasi dan Importance Performance Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived security menjadi prioritas utama perbaikan, diikuti dengan variabel content, timeliness, dan format. Sementara itu, variabel accuracy dan ease of use sudah memiliki tingkat kinerja dan kepentingan yang baik sehingga ditempatkan pada prioritas perbaikan akhir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan praktis bagi pihak OVO dalam melakukan evaluasi layanan untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melibatkan sampel yang lebih besar dengan pesebaran responden yang lebih merata sehingga hasil penelitian dapat lebih mewakili pengguna OVO di Indonesia
Copyrights © 2026