Meningkatnya tren olahraga di media sosial mendorong mahasiswa untuk menjalani gaya hidup sehat melalui aplikasi kebugaran seperti Strava. Namun, aplikasi kebugaran umumnya menghadapi tantangan berupa rendahnya retensi pengguna setelah fase adopsi awal, yaitu keluhan pengguna berfokus pada aspek fungsional sehingga memunculkan dugaan bahwa faktor non-fungsional lebih menentukan niat berkelanjutan penggunaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Social Influence, dan Hedonic Motivation terhadap Continuance Intention mahasiswa pengguna Strava di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melalui survei dan teknik purposive sampling terhadap 157 mahasiswa berusia 18–25 tahun yang aktif menggunakan Strava dalam satu bulan terakhir, kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Social Influence tidak berpengaruh signifikan terhadap Continuance Intention, sedangkan Hedonic Motivation berpengaruh positif signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa bagi Digital Natives keputusan penggunaan pasca-adopsi lebih dipengaruhi oleh aspek kesenangan atau kepuasan dibandingkan faktor fungsional seperti kemudahan atau kegunaan yang telah dianggap sebagai standar dalam penggunaan aplikasi. Temuan penelitian ini memberikan peluang bagi literatur adopsi teknologi kebugaran untuk memperhatikan variabel independen dan indikator yang akan digunakan dalam penelitian.
Copyrights © 2026