Beton merupakan material yang paling kuat dan paling banyak dipakai dalam konstruksi teknik sipil, termasuk di daerah pesisir pantai. Namun salinitas air laut dapat berdampak negatif pada kuat tekan beton. Terkait hal ini perlu diadakan analisis pengaruh salinitas air terhadap kuat tekan beton untuk meminimalisir terjadinya korosi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Uji Bahan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hasil uji fisik material, dampak kuat tekan beton pada 7,14,28 Hari, dan RAB. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membandingan 3 jenis air rendaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji fisik material sangat baik untuk digunakan. Untuk hasil kuat tekan 7,14,28 hari secara berturut turut untuk 0% kadar salinitas adalah 12,89 MPa, 16,66 MPa, 26,87 MP, kadar salinitas 3,2% adalah 12,64 MPa, 16,04 MPa, 25,52 MPa, kadar salinitas 3,6% adalah 10,32 MPa, 14,68 MPa, 24,55 MPa. Anggaran biaya penelitian ini untuk 0,159 m3 adalah sebesar Rp 133.244,74. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa beton yang direndam air laut menunjukkan bahwa jika air laut yang memiliki kadar salinitas yang tinggi maka maka nilai kuat tekan beton akan menurun dan tidak sebaik jika dibandingkan dengan air normal 0% salinitas.
Copyrights © 2025