Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISA PENGGUNAAN ZEOLITE SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Devialdy, Gilang; Suryadi, Akhmad; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.2782

Abstract

Zeolite merupakan salah satu mineral yang banyak dapat ditemukan di Indonesia. Selain dipergunakan untuk kepentingan komersil dan perawatan seperti untuk hewan peliharaan maupun akuarium, zeolite bisa diberdayakan untuk keperluan konstruksi. Tujuan skripsi ini adalah untuk membuat perbandingan maupun alternatif dari pembuatan beton dengan memanfaatkan limbah zeolite dengan variasi substitusi 0%; 7,5%; dan 12,5%. Data yang dibutuhkan adalah berupa hasil uji sifat fisik material dan juga kuat tekan beton. Perhitungan data untuk pengujian sifat fisik dan kuat tekan menggunakan Microsoft Excel 2019. Hasil dari penelitian ini adalah berupa perbandingan antara kuat tekan beton normal yang pasirnya disubstitusikan dengan beton normal yang Sebagian agregat halusnya diganti. Lalu berdasarkan data yang ada, kuat tekan beton untuk setiap variasi mengalami kenaikan untuk setiap harinya. Data yang didapat untuk masing-masing variasi pada umur 28 hari juga terjadi kenaikan antar variasi, untuk variasi 0% adalah 15,53 MPa, lalu kuat tekan naik pada variasi 7,5% menjadi 17,29 Mpa, dan mengalami kenaikan lagi pada variasi 12,5% menjadi 18,80 MPa. Dengan demikian kuat tekan yang paling tinggi berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah dengan variasi 12,5%.Biaya bahan yang diperlukan dalam penelitian ini didapat untuk variasi 0% adalah Rp 62.188,55. Untuk variasi 7,5% Rp 66.539,43. Untuk variasi 12,5% Rp 68.895,94. Berarti dapat disimpulkan semakin banyak zeolite yang dipakai, maka semakin mahal pula kebutuhan bahan yang diperlukan.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG INTEGRASI RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA Said, Abdullah Salim; Suryadi, Akhmad; Rasidi , Nawir
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3151

Abstract

Gedung Integrasi Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya beralamatkan di Jl. Raya Menur No.120, Kertajaya, Kec. Gubeng, Kota Surabaya, Jawa  Timur. Terdiri atas 5 lantai + Dak dengan luas total bangunan ± 2838 m2 . Perencanaan Ulang Struktur Gedung Integrasi Rumah Sakit Jiwa Menur ditujukan untuk memenuhi suatu perencanaan struktur bangunan gedung bertingkat yang direncanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Penulis merencanakan ulang struktur beton bertulang, dengan menggunakan Software Autodesk Robot Structural Analysis, yang membantu penulis merencanakan ulang struktur dan rencana anggaran biaya.Dari hasil merencanakan ulang diperoleh pelat atap dengan tebal 130 mm menggunakan tulangan utama D10-200 mm dan 200 mm D10-150 mm. Balok B1 40/60 cm pada tulangan tumpuan atas 6D22 dan bawah 4D22, tulangan lapangan atas 3D22 dan bawah 4D22. Balok B2 30/45 cm pada tulangan tumpuan atas 5D22 dan bawah 4D22, tulangan lapangan atas 3D22 dan bawah 4D22. Kolom K1 50/70 cm menggunakan tulangan utama 16D22 dengan 4D12-100 untuk tulangan sengakang tumpuan dan 4D12-150 untuk tulangan sengakang lapangan. Permodelan, detailing dan rencana anggaran biaya dilakukan dengan aplikasi Autodesk AutoCad untuk pembebanan dan analisis desain menggunakan Auotdesk Robot Structrual Analysis Rencana Anggaran Biaya untuk elemen struktur sebesar Rp 21.841.660.988,34
COMPARISON BETWEEN CONCENTRIC BRACING FRAME AND ECCENTRIC BRACING FRAME IN EARTHQUAKE-RESISTANT HIGH-RISE BUILDINGS Ahmed Aldaw Alhussein, Mohammedalameen; Wahiddin, Wahiddin; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3355

Abstract

Earthquake is a natural disaster that often occurs in Indonesia, so buildings must be designed according to earthquake regulations SNI 1726:2019 Seismic. The height of the building is based on the maximum limit according to SNI 1726:2012 table 9 and article 7.2.5.4. Based on these limitations, a size of 12 floors (48 meters) and eight floors (45.9 meters) in this study. Previous research has shown that ground motions were evaluated using the response-based damage model proposed by (Karsaz & Razavi Tosee, 2018). Then, the structures were rehabilitated with different bracing systems (eccentric and concentric inverted-V) and, again, their damage under earthquakes was evaluated and compared with those of moment resisting frames. The pushover analysis results while mid and high-rise buildings with Lateral shear force CBF is 0.91 %, whereas EBF is 2.77 %, compared to MRF. Therefore, CBF has a higher elastic stiffness than EBF. The bracing increases displacements for CBF by 70 % and EBF by 77% compared to MRF because EBF bracing decreases the displacements of the structural floors considerably; therefore, it can be said that the EBF bracings provide more lateral hardness for steel structures in comparison to the CBF bracings. The maximum inter-story drift CBF is 85%, while EBF is 86% for e = 0.50 m. Therefore, EBF is more malleable than CBF; the weight difference is 1.530%for CBF and 3.20 %for EBF compared to MRF. Therefore, EBF has a higher weight than CBF, the weight of the intended frames. There is little difference in the importance of the planned structures but the difference between their seismic performances under nonlinear static and dynamic. Using response-based damage models could be suitable for estimating the vulnerability of steel structures rehabilitated with a bracing system.
ANALISIS SISA MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG APARTEMEN THE NEWTON 2 Yudha, Salsabila Sa'adia; Khamim, Moch.; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3422

Abstract

Pemakaian material di lapangan seringkali menimbulkan sisa material yang cukup besar sehingga perlunya usaha dalam meminimalisir sisa material konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sisa material konstruksi serta faktor penyebab terjadinya sisa material konstruksi yang terjadi pada Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Newton 2. Metode pada penelitian ini menggunakan dua metode, metode parameter waste dan metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan material yang paling berpengaruh terhadap waste cost adalah beton ready mix dengan total kerugian sebesar Rp160.799.736,- (seratus enam puluh juta tujuh ratus sembilan puluh sembilan ribu tujuh ratus tiga puluh enam rupiah) dimana nilai tersebut setara dengan waste level sebesar 1,37%, yang disebabkan oleh faktor kesalahan pelaksanaan yang diakibatkan oleh tenaga kerja. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah melakukan evaluasi terhadap jumlah sisa material yang dihasilkan ketika proyek telah selesai dengan mengidentifikasi penyebab terjadinya sisa material serta melakukan pengawasan yang ketat, dan melakukan penerapan reuse dengan menggunakan kembali sisa material beton ready mix menjadi urugan, decking beton, dan car stopper. Pemanfaatan sisa material yang memiliki nilai jual dapat diperjualkanbelikan kembali dengan keuntungan sebesar Rp 229.095.241,- (dua ratus dua puluh sembilan juta sembilan puluh lima ribu dua ratus empat puluh satu rupiah) meliputi besi beton/tulangan, beton ready mix, bata ringan. Sehingga, diharapkan lingkungan dapat terjaga dengan baik serta mengurangi peningkatan biaya.
PEMANFAATAN LIMBAH ABU AMPAS TEBU TERHADAP PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (UNCONFINED COMPRESSION TEST) Ajipramana, Aditia; Novianto, Dandung; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3567

Abstract

Industri gula tebu menghasilkan limbah ampas tebu yang terdiri dari serat dan abu dalam jumlah yang besar. Namun, abu ampas tebu memiliki potensi sebagai bahan stabilisasi tanah yang dapat mengurangi dampak lingkungan dari limbah industri. Penelitian yang dilakukan di daerah Gunung Sari, Kota Batu ini, bertujuan untuk memperbaiki tanah yang rentan terhadap longsor dengan menggunakan abu ampas tebu sebagai bahan stabilisasi. Pengujian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanika Tanah Politeknik Negeri Malang dengan hasil pengujian yakni nilai kadar air yakni 73,79%, nilai berat isi yakni 1,60 gr/cm³, nilai berat jenis yakni 2,57. Berdasarkan klasifikasi tanah USCS (Unified Soil Classification System) tanah termasuk dalam kelompok SP-SC Poorly graded sand with clay (or silt clay). Dari hasil pengujian batas-batas konsistensi diperoleh nilai IP tanah asli yakni 24,96% dan setelah ditambah abu ampas tebu dengan variasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35% mengalami penurunan perubahan nilai IP sebesar 20,11%, 18,13%, 17,47%, 17,16% dan 16,18%. Dari pengujian kuat tekan bebas tanah asli diperoleh hasil, yakni kuat tekan hancur 0,38 kg/cm² dan nilai kohesi 0,190 kg/cm². Nilai maksimum dari variasi abu ampas tebu terhadap pengujian kuat tekan bebas ini dengan pemeraman 1 hari persentase 20% abu ampas tebu mengalami kenaikan pada nilai kuat tekan hancur 2,646 kg/cm² dan nilai kohesi 1,323 kg/cm². Namun, pada pemeraman 7 hari didapat dengan penambahan abu ampas tebu 20% mengalami penurunan dengan nilai kuat tekan hancur 1,294 kg/cm² dan nilai kohesi 0,647 kg/cm². Pada pemeraman 14 hari didapat maksimum campuran abu ampas tebu 20% mengalami penurunan dengan nilai kuat tekan hancur 0,803 kg/cm² dan nilai kohesi 0,401 kg/cm². Setelah dibandingkan dengan hasil maksimum dari ketiga pemeraman tersebut didapat nilai maksimum yaitu sebesar 20% dari pemeraman satu hari.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP PENGUJIAN KONSOLIDASI TANAH DUSUN BRAU PuriAgung, Lambang Prakoso; Novianto, Dandung; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3640

Abstract

Pemanfaatan limbah merupakan alternatif lain dalam mengatasi terurainya limbah yang dihasilkan oleh pabrik. Limbah pabrik gula yang menghasilkan abu ampas tebu digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah, dimana kandungan yang ada dalam abu ampas tebu mempunyai sifat yang mengikat (pozzolanic) seperti halnya semen. Penelitian ini mengambil sampel tanah di daerah desa Brau, Kota Batu, yang bertujuan untuk memperbaiki tanah asli yang rentan terhadap longsor dengan menggunakan bahan stabilisasi abu ampas tebu. Pengujian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Politeknik Negeri Malang dengan beberapa pengujian sifat fisik dan sifat mekanis tanah yakni kadar air tanah, berat isi tanah, berat jenis tanah, analisa saringan, batas-batas Atterberg, dan konsolidasi. Dari pengujian batas-batas Atterberg setelah ditambah abu ampas tebu 35% nilai IP menjadi turun yakni 16,18% dimana pada tanah asli nilai IP yakni 24,96%. Pada pengujian konsolidasi tanah asli didapat nilai koefisien konsolidasi (Cv) dan indeks pemampatan (Cc) yakni 0,139 mm2/detik dan 0,187 mm, nilai Cv maksimum yang didapat pada penambahan abu ampas tebu 30% pemeraman 1 hari nilai koefisien konsolidasi (Cv) menjadi turun yakni 0,078 mm2/detik dan nilai indeks pemampatan (Cc) maksimum pada penambahan abu ampas tebu 25% pemeraman 1 hari yakni 0,093 mm. Pada penambahan abu ampas tebu 25% pemeraman 7 hari nilai koefisien konsolidasi dan indeks pemampatan yakni 0,247 mm2/detik dan 0,283 mm. Pada penambahan abu ampas tebu 25% pemeraman 14 hari didapat nilai koefisien konsolidasi dan indeks pemampatan yakni 0,148 mm2/detik dan 0,177 mm. Setelah dibandingkan pada variasi pemeraman 1,7, dan 14 hari nilai maksimum yang didapat pada presentase 25% dan 30% abu ampas tebu pemeraman 1 hari.
MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG UKM POLITEKNIK PU SEMARANG MENGGUNAKAN KOLOM BULAT Mujahid, MJ. Bonang Al; Naibaho, Armin; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3732

Abstract

Gedung UKM Politeknik PUPR Semarang beralamat di Jl. Prof. Sudarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang. Bangunan ini terdiri atas 5 Lantai dengan luas total bangunan ± 3.960 m2. Gedung ini direncanakan ulang untuk mendapatkan alternatif desain menggunakan kolom bulat. Kolom bulat berpenampang spiral memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan kolom berbentuk persegi pada saat terjadi keruntuhan. Tulangan spiral setidaknya dua kali lebih efektif dari pada tulangan memanjang dalam kontribusinya terhadap tekan. Dari hasil perhitungan, diperoleh : gording Light Channel 150.50.20.4,5, kuda-kuda profil WF 200.100.5,5.8, penggantung gording ∅12 mm, ikatan angin ∅16mm, sambungan baut HTP A325 D16 mm, panjang angkur 250mm, pelat lantai dengan tebal 120 mm menggunakan tulangan utama ∅10-150mm tumpuan dan lapangan, balok Induk 30/60 pada daerah tarik 8D19 tekan 4D19 dengan tulangan geser 2D13-100 mm untuk daerah tumpuan dan D13-150mm untuk daerah lapangan. Tangga A,B tulangan utama D13-150mm, tulangan bagi ∅8-150mm. Kolom D650 Tulangan Utama 18D22 sengkang spiral tumpuan D13-100 dan lapangan D13-125. Rencana Anggaran Biaya untuk elemen struktur atas sebesar Rp 12.487.200.000,00.
PERENCANAAN ULANG GEDUNG LABORATORIUM TEKNO ENTREPRENEURSHIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN SISTEM STRUKTUR DIAGRID Andhika, Muhammad Thomas; Suryadi, Akhmad; Raharjo, Bobby Asukmajaya
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3837

Abstract

Saat ini sektor konstruksi di Indonesia tergolong cukup tinggi. Sistem struktur diagrid diyakini mampu menahan beban lateral dan gravitasi, serta meredam dampak gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja struktur diagrid pada perencanaan ulang Gedung Laboratorium Tekno Entrepreneurship Universitas Brawijaya. Data yang digunakan adalah gambar kerja dan harga satuan bahan, upah dan alat untuk kota Malang tahun 2022. Perencanaan ini menggunakan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) dan mengacu pada SNI 1727:2020, SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, SNI 2847:2019, serta standar lainnya yang masih berlaku dan relevan. Perencanaan ini juga menggunakan bantuan software STAAD.Pro connect edition untuk analisa struktur dan Software Idea Statica untuk desain sambungan. Berdasarkan hasil perhitungan struktur didapatkan hasil perencanaan yang meliputi tebal pelat komposit 120 mm. Profil balok digunakan profil IWF 600x300x12x20 untuk balok induk dan Profil IWF 350x175x7x11 untuk balok anak. Sedangkan pada kolom digunakan profil IWF 900x350x19x40 untuk kolom vertikal, profil IWF 350x175x7x11 untuk kolom lift, dan profil Pipe 30” – 10 untuk kolom diagrid.. Shear connector pada pelat lantai digunakan stud connector pada balok IWF 600x300x12x20 dipakai dan pada balok IWF 350x175x7x11 dipakai dengan tinggi stud connector 100 mm. Sambungan didesain menggunakan bantuan software Idea Statica dan didapatkan berat keseluruhan untuk pelat sambung sebesar 2624,90 kg dan berat baut sebesar 5366,06 kg. Dari keseluruhan struktur Gedung Laboratorium Tekno Entrepreneurship Universitas Brawijaya diperlukan biaya sebesar Rp. 53.130.000.000.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON (LASTON) Panggayuh, Gesang; Suryadi, Akhmad; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4406

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapanya diperuntukan bagi lalu lintas yang berada diatas tanah. Susunan jalan terdiri dari beberapa termasuk beton aspal adalah salah satu bagian yang terdiri dari lapisan jalan, pada lapisan aspal beton terdiri dari beberapa material yaitu agregat kasar, halus, dan filler bitumen sebagai pengikat. Penelitian menggunakan bahan material flyash type c didapatkan di Probolinggo, Jawa Timur. Pasir lumajang dengan ayakan No. 12,5; 9,50; 4,75 (agregat kasar), ayakan No. 2,36; 1,00; 0,075. Pengujian menggunakan 45 benda uji ini bertujuan agar mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall campuran lapis aspal beton. Pada pengujian ini menggunakan variasi flyash 0%, 1%, 1,8%, dan 2%. Kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,5% sebagai acuan untuk penambahan variasi flyash. Fungsi flyash dsini yaitu sebagai filler atau tambahan yang akan di mix dengan semen pada saringan No.0,075. Dengan nilai berikut adalah rata - rata VMA=51,41; 51,76; 58,44(KAO 6,5%) VIM=39,79; 46,35; 50,41(KAO 6,5%) VFA=23,02; 9,67; 13,91 Stabilitas(kg) = 3670,52; 3835,46; 3897,86(KAO 6,5%) Flow(mm)= 2,23; 2,34; 1,99 Marshall Quotient(kg/mm) = 2037,66; 2001,15; 2336,65. Dalam penelitian ini menggunakan Revisi SNI 03-1737-1989 dan Kementrian Pekerjaan Umum. Direktorat Jendral Bina Marga, Spesifikasi Umum 2018 sebagai acuan maka penggunaan abu terbang batu bara dapat digunakan sebagai bahan pengisi untuk campuran laston lapis aus.
MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG MALANG CREATIVE CENTER MENGGUNAKAN KING CROSS COLUMN DAN CASTELLATED BEAM Umar Bagazi, Samir; Suryadi, Akhmad; Rahman, Aulia
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4409

Abstract

Struktur baja menjadi salah satu alternatif yang menarik dibanding dengan beton bertulang karena kekuatan tarik yang lebih tinggi dan fabrikasi yang lebih cepat. Struktur gedung bertingkat tinggi dengan sistem baja memerlukan perhitungan yang teliti, karena pada umumnya konstruksi baja dengan profil IWF memiliki dua sumbu yaitu sumbu kuat dan sumbu lemah. Gedung Malang Creative Center merupakan gedung dengan 8 lantai yang menggunakan konstruksi beton bertulang. Dalam menanggulangi sumbu lemah konstruksi baja, kolom king cross menjadi solusi yang menjanjikan untuk menahan beban gempa yang cukup tinggi pada kedua sisinya. Selebihnya, untuk optimasi dimensi pada struktur balok, castellated beam digunakan karena momen inersia yang tinggi dengan berat yang lebih ringan. Konsep desain menggunakan konsep Load and Resistance Factor Design (LRFD) yang mengacu pada SNI 1726-2019, SNI 1727-2020, SNI 1729-2020, SNI 2847-2019 dan menggunakanRobot Structural Analysis Professional untuk analisis strukturnya. Hasil dari modifikasi ini adalah: Kolom interior menggunakan profil king cross dengan dimensi 800x300x14x26 mm, dan kolom eksterior menggunakan profil king cross dengan dimensi 588x300x12x20 mm. Balok induk menggunakan profil castellated beam dengan dimensi 750x200x10x16 mm, dan balok anak menggunakan profil IWF 200x100x4.5x7 mm. Sambungan base-plate (1200x1200x85 mm) menggunakan Baut mutu A490 24Ø25 dengan panjang angkur 680 mm, beton pedestal 1500x1500x1000 mm. Sambunngan balok-kolom menggunakan baut mutu A490 6Ø25, dengan tebal pelat penyambung dan tebal las 8 mm. Sambungan kolom-kolom menggunakan baut mutu A490 8Ø25 pada bagian sayap, dan menggunakan baut mutu A490 16Ø25 pada bagian badan. Sambungan balok-balok menggunakan baut mutu A490 2Ø25 dengan pelat siku L50.50.5 mm. Estimasi biaya modifikasi gedung ini senilai Rp77,720,821,399