Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISA PENGGUNAAN ZEOLITE SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Devialdy, Gilang; Suryadi, Akhmad; Sugiarto, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.2782

Abstract

Zeolite merupakan salah satu mineral yang banyak dapat ditemukan di Indonesia. Selain dipergunakan untuk kepentingan komersil dan perawatan seperti untuk hewan peliharaan maupun akuarium, zeolite bisa diberdayakan untuk keperluan konstruksi. Tujuan skripsi ini adalah untuk membuat perbandingan maupun alternatif dari pembuatan beton dengan memanfaatkan limbah zeolite dengan variasi substitusi 0%; 7,5%; dan 12,5%. Data yang dibutuhkan adalah berupa hasil uji sifat fisik material dan juga kuat tekan beton. Perhitungan data untuk pengujian sifat fisik dan kuat tekan menggunakan Microsoft Excel 2019. Hasil dari penelitian ini adalah berupa perbandingan antara kuat tekan beton normal yang pasirnya disubstitusikan dengan beton normal yang Sebagian agregat halusnya diganti. Lalu berdasarkan data yang ada, kuat tekan beton untuk setiap variasi mengalami kenaikan untuk setiap harinya. Data yang didapat untuk masing-masing variasi pada umur 28 hari juga terjadi kenaikan antar variasi, untuk variasi 0% adalah 15,53 MPa, lalu kuat tekan naik pada variasi 7,5% menjadi 17,29 Mpa, dan mengalami kenaikan lagi pada variasi 12,5% menjadi 18,80 MPa. Dengan demikian kuat tekan yang paling tinggi berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah dengan variasi 12,5%.Biaya bahan yang diperlukan dalam penelitian ini didapat untuk variasi 0% adalah Rp 62.188,55. Untuk variasi 7,5% Rp 66.539,43. Untuk variasi 12,5% Rp 68.895,94. Berarti dapat disimpulkan semakin banyak zeolite yang dipakai, maka semakin mahal pula kebutuhan bahan yang diperlukan.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG INTEGRASI RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA Said, Abdullah Salim; Suryadi, Akhmad; Rasidi , Nawir
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3151

Abstract

Gedung Integrasi Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya beralamatkan di Jl. Raya Menur No.120, Kertajaya, Kec. Gubeng, Kota Surabaya, Jawa  Timur. Terdiri atas 5 lantai + Dak dengan luas total bangunan ± 2838 m2 . Perencanaan Ulang Struktur Gedung Integrasi Rumah Sakit Jiwa Menur ditujukan untuk memenuhi suatu perencanaan struktur bangunan gedung bertingkat yang direncanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Penulis merencanakan ulang struktur beton bertulang, dengan menggunakan Software Autodesk Robot Structural Analysis, yang membantu penulis merencanakan ulang struktur dan rencana anggaran biaya.Dari hasil merencanakan ulang diperoleh pelat atap dengan tebal 130 mm menggunakan tulangan utama D10-200 mm dan 200 mm D10-150 mm. Balok B1 40/60 cm pada tulangan tumpuan atas 6D22 dan bawah 4D22, tulangan lapangan atas 3D22 dan bawah 4D22. Balok B2 30/45 cm pada tulangan tumpuan atas 5D22 dan bawah 4D22, tulangan lapangan atas 3D22 dan bawah 4D22. Kolom K1 50/70 cm menggunakan tulangan utama 16D22 dengan 4D12-100 untuk tulangan sengakang tumpuan dan 4D12-150 untuk tulangan sengakang lapangan. Permodelan, detailing dan rencana anggaran biaya dilakukan dengan aplikasi Autodesk AutoCad untuk pembebanan dan analisis desain menggunakan Auotdesk Robot Structrual Analysis Rencana Anggaran Biaya untuk elemen struktur sebesar Rp 21.841.660.988,34
COMPARISON BETWEEN CONCENTRIC BRACING FRAME AND ECCENTRIC BRACING FRAME IN EARTHQUAKE-RESISTANT HIGH-RISE BUILDINGS Ahmed Aldaw Alhussein, Mohammedalameen; Wahiddin, Wahiddin; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3355

Abstract

Earthquake is a natural disaster that often occurs in Indonesia, so buildings must be designed according to earthquake regulations SNI 1726:2019 Seismic. The height of the building is based on the maximum limit according to SNI 1726:2012 table 9 and article 7.2.5.4. Based on these limitations, a size of 12 floors (48 meters) and eight floors (45.9 meters) in this study. Previous research has shown that ground motions were evaluated using the response-based damage model proposed by (Karsaz & Razavi Tosee, 2018). Then, the structures were rehabilitated with different bracing systems (eccentric and concentric inverted-V) and, again, their damage under earthquakes was evaluated and compared with those of moment resisting frames. The pushover analysis results while mid and high-rise buildings with Lateral shear force CBF is 0.91 %, whereas EBF is 2.77 %, compared to MRF. Therefore, CBF has a higher elastic stiffness than EBF. The bracing increases displacements for CBF by 70 % and EBF by 77% compared to MRF because EBF bracing decreases the displacements of the structural floors considerably; therefore, it can be said that the EBF bracings provide more lateral hardness for steel structures in comparison to the CBF bracings. The maximum inter-story drift CBF is 85%, while EBF is 86% for e = 0.50 m. Therefore, EBF is more malleable than CBF; the weight difference is 1.530%for CBF and 3.20 %for EBF compared to MRF. Therefore, EBF has a higher weight than CBF, the weight of the intended frames. There is little difference in the importance of the planned structures but the difference between their seismic performances under nonlinear static and dynamic. Using response-based damage models could be suitable for estimating the vulnerability of steel structures rehabilitated with a bracing system.
ANALISIS SISA MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG APARTEMEN THE NEWTON 2 Yudha, Salsabila Sa'adia; Khamim, Moch.; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3422

Abstract

Pemakaian material di lapangan seringkali menimbulkan sisa material yang cukup besar sehingga perlunya usaha dalam meminimalisir sisa material konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sisa material konstruksi serta faktor penyebab terjadinya sisa material konstruksi yang terjadi pada Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Newton 2. Metode pada penelitian ini menggunakan dua metode, metode parameter waste dan metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan material yang paling berpengaruh terhadap waste cost adalah beton ready mix dengan total kerugian sebesar Rp160.799.736,- (seratus enam puluh juta tujuh ratus sembilan puluh sembilan ribu tujuh ratus tiga puluh enam rupiah) dimana nilai tersebut setara dengan waste level sebesar 1,37%, yang disebabkan oleh faktor kesalahan pelaksanaan yang diakibatkan oleh tenaga kerja. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah melakukan evaluasi terhadap jumlah sisa material yang dihasilkan ketika proyek telah selesai dengan mengidentifikasi penyebab terjadinya sisa material serta melakukan pengawasan yang ketat, dan melakukan penerapan reuse dengan menggunakan kembali sisa material beton ready mix menjadi urugan, decking beton, dan car stopper. Pemanfaatan sisa material yang memiliki nilai jual dapat diperjualkanbelikan kembali dengan keuntungan sebesar Rp 229.095.241,- (dua ratus dua puluh sembilan juta sembilan puluh lima ribu dua ratus empat puluh satu rupiah) meliputi besi beton/tulangan, beton ready mix, bata ringan. Sehingga, diharapkan lingkungan dapat terjaga dengan baik serta mengurangi peningkatan biaya.
PEMANFAATAN LIMBAH ABU AMPAS TEBU TERHADAP PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (UNCONFINED COMPRESSION TEST) Ajipramana, Aditia; Novianto, Dandung; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3567

Abstract

Industri gula tebu menghasilkan limbah ampas tebu yang terdiri dari serat dan abu dalam jumlah yang besar. Namun, abu ampas tebu memiliki potensi sebagai bahan stabilisasi tanah yang dapat mengurangi dampak lingkungan dari limbah industri. Penelitian yang dilakukan di daerah Gunung Sari, Kota Batu ini, bertujuan untuk memperbaiki tanah yang rentan terhadap longsor dengan menggunakan abu ampas tebu sebagai bahan stabilisasi. Pengujian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanika Tanah Politeknik Negeri Malang dengan hasil pengujian yakni nilai kadar air yakni 73,79%, nilai berat isi yakni 1,60 gr/cm³, nilai berat jenis yakni 2,57. Berdasarkan klasifikasi tanah USCS (Unified Soil Classification System) tanah termasuk dalam kelompok SP-SC Poorly graded sand with clay (or silt clay). Dari hasil pengujian batas-batas konsistensi diperoleh nilai IP tanah asli yakni 24,96% dan setelah ditambah abu ampas tebu dengan variasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35% mengalami penurunan perubahan nilai IP sebesar 20,11%, 18,13%, 17,47%, 17,16% dan 16,18%. Dari pengujian kuat tekan bebas tanah asli diperoleh hasil, yakni kuat tekan hancur 0,38 kg/cm² dan nilai kohesi 0,190 kg/cm². Nilai maksimum dari variasi abu ampas tebu terhadap pengujian kuat tekan bebas ini dengan pemeraman 1 hari persentase 20% abu ampas tebu mengalami kenaikan pada nilai kuat tekan hancur 2,646 kg/cm² dan nilai kohesi 1,323 kg/cm². Namun, pada pemeraman 7 hari didapat dengan penambahan abu ampas tebu 20% mengalami penurunan dengan nilai kuat tekan hancur 1,294 kg/cm² dan nilai kohesi 0,647 kg/cm². Pada pemeraman 14 hari didapat maksimum campuran abu ampas tebu 20% mengalami penurunan dengan nilai kuat tekan hancur 0,803 kg/cm² dan nilai kohesi 0,401 kg/cm². Setelah dibandingkan dengan hasil maksimum dari ketiga pemeraman tersebut didapat nilai maksimum yaitu sebesar 20% dari pemeraman satu hari.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP PENGUJIAN KONSOLIDASI TANAH DUSUN BRAU PuriAgung, Lambang Prakoso; Novianto, Dandung; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3640

Abstract

Pemanfaatan limbah merupakan alternatif lain dalam mengatasi terurainya limbah yang dihasilkan oleh pabrik. Limbah pabrik gula yang menghasilkan abu ampas tebu digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah, dimana kandungan yang ada dalam abu ampas tebu mempunyai sifat yang mengikat (pozzolanic) seperti halnya semen. Penelitian ini mengambil sampel tanah di daerah desa Brau, Kota Batu, yang bertujuan untuk memperbaiki tanah asli yang rentan terhadap longsor dengan menggunakan bahan stabilisasi abu ampas tebu. Pengujian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Politeknik Negeri Malang dengan beberapa pengujian sifat fisik dan sifat mekanis tanah yakni kadar air tanah, berat isi tanah, berat jenis tanah, analisa saringan, batas-batas Atterberg, dan konsolidasi. Dari pengujian batas-batas Atterberg setelah ditambah abu ampas tebu 35% nilai IP menjadi turun yakni 16,18% dimana pada tanah asli nilai IP yakni 24,96%. Pada pengujian konsolidasi tanah asli didapat nilai koefisien konsolidasi (Cv) dan indeks pemampatan (Cc) yakni 0,139 mm2/detik dan 0,187 mm, nilai Cv maksimum yang didapat pada penambahan abu ampas tebu 30% pemeraman 1 hari nilai koefisien konsolidasi (Cv) menjadi turun yakni 0,078 mm2/detik dan nilai indeks pemampatan (Cc) maksimum pada penambahan abu ampas tebu 25% pemeraman 1 hari yakni 0,093 mm. Pada penambahan abu ampas tebu 25% pemeraman 7 hari nilai koefisien konsolidasi dan indeks pemampatan yakni 0,247 mm2/detik dan 0,283 mm. Pada penambahan abu ampas tebu 25% pemeraman 14 hari didapat nilai koefisien konsolidasi dan indeks pemampatan yakni 0,148 mm2/detik dan 0,177 mm. Setelah dibandingkan pada variasi pemeraman 1,7, dan 14 hari nilai maksimum yang didapat pada presentase 25% dan 30% abu ampas tebu pemeraman 1 hari.
PROTOTIPE STRUKTUR ATAP PADA BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH SD DAN SMP DI KOTA PASURUAN Suhariyanto, Suhariyanto; Arystianto, Deni Putra; Rahmawan, Fauzi Akbar; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kota Pasuruan telah terjadi kurang lebih 3 (tiga) kali runtuhnya struktur atap bangunan gedung sekolah secara tiba-tiba yaitu sekitar tahun 2008, 2016 dan terakhir tahun 2019, dimana pada tahun 2019 tersebut menelan korban jiwa. Berdasarkan Studi Identifikasi Kerusakan Bangunan Sekolah SD dan SMP di Kota Pasuruan tahun 2022 diketahui sebagian besar kerusakan bangunan gedung sekolah terjadi pada struktur atap. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan prototipe struktur atap bangunan gedung sekolah di kota Pasuruan. Tujuan penelitian adalah untuk untuk mendapatkan prototipe struktur atap bangunan gedung sekolah yang memenuhi standar keamanan dan mudah dilaksanakan. Hasil penelitian adalah bahwa prototipe struktur atap bangunan gedung sekolah yang memenuhi standar keamanan dan mudah dilaksanakan adalah struktur kuda-kuda baja H150x150x7. Prototipe memiliki kelebihan antara lain memiliki kemungkinan kesalahan pelaksanaan yang relatif kecil, mudah dilaksanakan, awet dan waktu pelaksanaan yang relatif cepat
Kuat Tekan Beton Dengan Dan Tanpa Penambahan Silica Fume Dalam Rendaman Air Laut Ghozi, Mohammad; Budiati, Anik; Priambada, Agoes Wahyu; Sabariman, Bambang; Suryadi, Akhmad
INTER TECH Vol 3 No 1 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i1.1246

Abstract

Marine concrete is used for structures in marine environments that are susceptible to chemical attacks such as sulfates and chlorides. This study aims to analyze the effect of adding 7% silica fume on the compressive strength of marine concrete soaked in seawater. The experimental research method was carried out by making 12 concrete cylinder samples (diameter 15 cm × height 30 cm), consisting of two variations: concrete without silica fume and concrete with 7% silica fume. Compressive strength testing refers to SNI 03-1974-1990 and ASTM C39, with seawater immersion for 50 days and testing at the ages of 14, 28 and 50 days. The results showed that concrete with 7% silica fume achieved an average compressive strength of 39.90 MPa at the age of 28 days, higher than concrete without silica fume (37.64 MPa). This increase is due to the pozzolanic reaction of silica fume which fills the pores of the concrete and forms calcium silicate hydrate (CSH) compounds, increasing the density of the concrete matrix. The slump value of both concrete variations is stable at 12 cm, meeting the planned workability criteria. This study states that the addition of 7% silica fume is effective in increasing the compressive strength and resistance of marine concrete to the marine environment. Recommendations include the use of silica fume for marine structures, strict supervision in mixing materials, and optimization of mixing time to prevent too fast setting time. This study contributes to the development of environmentally friendly concrete with high durability in coastal areas.
ANALISIS PEMILIHAN PENUTUP ATAP PEMBANGUNAN GEDUNG TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN (TPQ) MASJID ASWAJA TLOGOMAS MALANG Suryadi, Akhmad; Qomariah; Asukmaja R, Bobby; Khamim, Moch.; Fajrina, Citto Pacama
Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/semeru.v1i01.1112

Abstract

Perkembangan jumlah penduduk muslim di lingkungan Perumahan Kanjuruhan Asri dan sekitarnya meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan perluasan dan kelengkapan fasiltas Masjid Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) RT 05 RW 03 Kelurahan Tlo-gomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang berada di lokasi perumahan tersebut. Untuk keperluan kelengkapan fasilitas Masjid Ahli Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) RT 05 RW 03 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang paling mendesak adalah tempat atau gedung Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) yang selama ini menyatu dengan masjid, sehingga ru-ang utama Masjid Aswaja kurang nyaman digunakan untuk sholat. Bertolak dari permasahan tersebut diatas, maka warga RT 05 RW 03 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang bersama takmir masjid sepakat untuk pembangunan atau penga-daan gedung Taman Pendidikan Al Qur’an RT 05 RW 03 Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang demi kenyamanan yang memadai sebagai satu kesatuan dengan Masjid Aswaja, sehingga warga dalam melaksanakan ibadah lebih sempurna dan tuma’ninah. Dalam pembangunan gedung TPQ ini, yang akan kita lakukan adalah memberikan suatu program gambar rencana, volume bahan dan kerja, teknis pelaksanaan, rencana anggaran biaya dan pengawasan pelaksanaan pembangunan TPQ masjid Aswaja yang memenuhi syarat dan aman. Hasil dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini gambar teknis pelaksanaan pem-bangunan TPQ masjid Aswaja, berupa rangka kuda-kuda galvalum dan bentuk atap, dimensi kolom dan balok, kusen pintu jendela, dan Rencana Anggraran Biaya. Pelaksanaan pembangunan Gedung TPQ masjid Aswaja akhirnya menggunkan tipe atap perisai parsial, dengan mempertimbangakan tampilan, kekuatan, keindahan dan pemperhatikan lingkungan sekitar.
Variasi Fiberglass Dan Fly Ash Terhadap Kinerja Beton Pervious - MRK Suryadi, Akhmad; Ghozi, Mohammad
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1661

Abstract

Beton pervious adalah jenis beton yang ditandai dengan rongga yang saling berhubungan yang memungkinkan air meresap melalui strukturnya, umumnya diterapkan untuk mengurangi limpasan air hujan dan digunakan di area seperti tempat parkir dan jalur pejalan kaki. Penelitian ini menyelidiki bagaimana berbagai proporsi abu terbang dan fiberglass memengaruhi kinerja beton pervious. Evaluasi meliputi karakterisasi fisik material, desain campuran yang disiapkan menurut ACI 522R, dan pengujian kuat tekan, kuat tarik, dan permeabilitas pada usia perawatan 7, 14, dan 28 hari. Abu terbang dimasukkan pada tingkat 13%, 16%, dan 19% sebagai pengganti sebagian semen, sementara fiberglass ditambahkan pada 0,2%, 0,4%, dan 0,6% dari volume beton, dengan tiga spesimen disiapkan untuk setiap variasi. Temuan menunjukkan bahwa campuran abu terbang 16% menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 15,53 MPa dan kuat tarik terbesar sebesar 1,43 MPa pada 28 hari. Untuk campuran fiberglass, proporsi optimum adalah 0,4%, menghasilkan kuat tekan 11,85 MPa dan kuat tarik 1,78 MPa. Dalam hal permeabilitas, nilai tertinggi 26,05 cm/s terjadi pada beton tanpa abu terbang, sedangkan nilai terendah 19,87 cm/s teramati pada campuran abu terbang 16%, yang mencerminkan matriks beton yang lebih padat. Kombinasi abu terbang 16% dan fiberglass 0,4% memberikan kinerja paling seimbang antara kekuatan dan permeabilitas, mencapai kuat tekan 14,63 MPa, kuat tarik 1,40 MPa, dan permeabilitas 18,54 cm/s. Analisis korelasi menunjukkan bahwa kuat tarik meningkat secara konsisten dengan kuat tekan, menunjukkan hubungan positif. Sebaliknya, kuat tekan dan permeabilitas menunjukkan hubungan terbalik, di mana kuat tekan yang lebih tinggi berhubungan dengan permeabilitas yang berkurang. Hal ini terjadi karena beton yang lebih kuat umumnya memiliki lebih sedikit rongga, sehingga membatasi aliran air. Oleh karena itu, pemilihan proporsi abu terbang dan fiberglass yang tepat sangat penting untuk mencapai keseimbangan optimal antara kinerja mekanis dan kemampuan drainase pada beton pervious.