Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menelaah keterlaksanaan pengembangan keterampilan sosial peserta didik dalam pembelajaran IPS di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya pada dimensi kerja sama. Pendekatan yang digunakan, yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2025 di sekolah menengah pertama yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan pada 277 responden melalui kuesioner. Adapun responden merupakan guru IPS yang dipilih secara proposional random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pengembangan keterampilan kerja sama dalam pembelajaran IPS di Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada kategori Sedang, yaitu sebanyak 48,74% guru dari keseluruhan sampel yang mewakili populasi. Adapun metode pengembangan keterampilan kerja sama yang diimplementasikan meliputi pembelajaran kooperatif, pembelajaran interaksi sosial, penerapan metode permainan tradisional, penggunaan bahan ajar berbasis karakter serta pembelajaran problem posing. Di mana sebagian besar guru IPS di Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan keterampilan kerja sama dengan menerapkan bahan ajar berbasis karakter, yaitu sebesar 67,5% guru dengan kategori kecenderungan Sedang. Dengan demikian, pengembangan keterampilan kerja sama dalam pembelajaran IPS di Daerah Istimewa Yogyakarta perlu ditingkatkan setidaknya sampai pada kategori Tinggi agar sejalan dengan tujuan Pendidikan IPS, yaitu mengembangkan keterampilan sosial. Apabila pengembangan keterampilan sosial melalui pembelajaran IPS terlaksana dalam kategori tinggi, hal tersebut menandakan bahwa salah satu tujuan IPS telah tercapai dengan baik.
Copyrights © 2025