Penelitian ini di latar belakangi oleh fenomena burnout yang semakin meningkat di industri makanan cepat saji akibat tingginya tuntutan kerja, kepemimpinan yang tidak sehat, rendahnya kecerdasan emosional, serta rasa tidak aman dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh toxic leadership, emotional intelligence, dan job insecurity terhadap burnout karyawan pada Richeese Factory Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif, populasi berjumlah 50 karyawan dari tiga outlet Richeese Factory dengan teknik sampling jenuh, data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan studi pustaka, serta dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial toxic leadership berpengaruh positif signifikan terhadap burnout, emotional intelligence berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout, dan job insecurity berpengaruh positif signifikan terhadap burnout, sedangkan secara simultan ketiganya berpengaruh signifikan terhadap burnout. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang toksik dan ketidakamanan kerja meningkatkan burnout, sementara kecerdasan emosional mampu menurunkannya. Perlunya perbaikan gaya kepemimpinan, peningkatan pelatihan kecerdasan emosional, serta menciptakan rasa aman kerja agar risiko burnout dapat diminimalkan.
Copyrights © 2025