Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkatan dalam Tari Tor-Tor adat Batak dan relevansinya bagi Generasi Z dalam konteks Pendidikan Kristen. Generasi Z, yang lahir pada pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai tradisional di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Tari Tor-Tor bukan hanya tarian tradisional, tetapi juga sarat dengan nilai moral, sosial, dan filosofis yang terkandung dalam setiap gerakannya, mulai dari Partondion, Panggabean, Parsogahon, Manortor Bersama, hingga Pangurason. Nilai-nilai ini mencakup rasa hormat, syukur, tanggung jawab, kebersamaan, dan penyucian, yang sejalan dengan ajaran Pendidikan Kristen tentang pembentukan karakter moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Data dikumpulkan dari literatur berupa buku, jurnal, artikel ilmiah, dan sumber pustaka lainnya terkait Tari Tor-Tor, Pendidikan Kristen, dan karakteristik Generasi Z. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menafsirkan makna filosofis dan simbolis dari setiap tingkatan Tari Tor-Tor serta implikasinya dalam pendidikan moral dan spiritual bagi generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Tor-Tor adat Batak adalah warisan budaya yang kaya akan nilai filosofis, moral, dan spiritual yang masih relevan bagi Generasi Z. Setiap tingkatan tarian, mulai dari Partondion hingga Pangurason, mengajarkan keberanian, rasa syukur, kebersamaan, dan hubungan manusia dengan sesama serta Tuhan. Dalam konteks Pendidikan Kristen, nilai-nilai ini dapat digunakan untuk membentuk karakter, moralitas, dan spiritualitas siswa. Meski tumbuh di era modern dengan pengaruh budaya global, pemahaman terhadap Tari Tor-Tor membantu Generasi Z mengenali dan menghargai identitas budaya mereka, sekaligus menemukan relevansi nilai-nilai tradisional dalam ajaran iman. Integrasi tari ini dalam Pendidikan Kristen memungkinkan siswa menginternalisasi kesucian hati, penghormatan terhadap leluhur, keberanian, kebersamaan, dan refleksi diri.
Copyrights © 2026