Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peranan Guru Sekolah Minggu Terhadap Perkembangan Rohani Anak Sekolah Minggu Di Gereja HKBP Cijantung Marulitua, Daulat; Eltiani
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71055/jtr.v10i2.134

Abstract

Tujuan penelitian yaitu Guru Sekolah Minggu memiliki peranan sebagai pembimbing dan menuntun dalam pertumbuhan rohani anak, dengan melakukan kreativitas dalam meningkatkan kerohanian anak, mengajar pengenalan akan Yesus Kristus terhadap anak sekolah minggu, memimpin anak kepada Kristus. Sebagai seorang pembina rohani anak maka, guru juga memiliki keteladanan rohani yakni guru memiliki hubungan dengan Tuhan, serta guru lahir baru. Hipotesis penelitian, jika Guru Sekoah Minggu mengajar dan membina anak, maka rohani Anak Sekolah Minggu di HKBP Cijantung bisa bertumbuh dengan baik dan benar. Hasil penelitian, dengan jawaban responden semuanya dapat di simpulkan bahwa guru belum maksimal melakukan perananya sebagai Guru Sekolah Minggu sehingga anak belum bertumbuh secara baik dan benar, dengan hal ini hendaklah seorang guru melayani lebih baik lagi dengan berbagai cara supaya anak dapat bertumbuh di dalam Tuhan. Kesimpulan, Guru Sekolah Minggu ialah “panggilan Tuhan yang begitu tinggi dan kudus bahkan kedudukannya setara dengan para Rasul, para nabi, para penginjil, dan para pendeta, yang telah dipersiapkan dan di perlengkapi Allah untuk melakukan pekerjaan-Nya yaitu secara khusus dalam pembinaan anak”. Saran sebagai guru hendaklah menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab membina rohani anak adalah suatu panggilan dan juga meresponnya dengan baik.
Gereja, Orang Miskin dan Pelayanan Pastoral Marulitua, Daulat
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membicarakan gereja, orang miskin dan pelayanan pastoral di Indonesia pada masa kini bukanlah masalah yang mudah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, topik ini mempuyai cakupan yang amat luas yang tidak mungkin dibahas hanya dalam waktu satu jam atau dua jam. Kedua, tidak semua orang setuju dengan istilah “orang miskin” untuk menyebut masa di mana kita hidup di Indonesia pada saat ini. Ketiga, istilah “ pelayanan pastoral” belum dimengerti secara seragam baik oleh gereja maupun komunitas pastoral. Walaupun demikian, pembahasan tentang gereja, orang miskin dan pelayanan pastoral di Indonesia pada masa ini sangat penting bagi gereja-gereja, lembaga-lembaga pendidikan teologi, dan komunitas pastoral di Indonesia, sebab melalui pembahasan ini kita bisa melakukan refleksi kembali tentang pelayanan pastoral apa yang sudah dan apa yang seharusnya dapat kita lakukan di Indonesia pada masa kini.
Kedaulatan Allah Dalam Misi-Nya Situmorang, Kosmartua; Marulitua, Daulat
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedaulatan Allah adalah keniscayaan, bahkan ketika ada orang yang tidak percaya kepada-Nya. Dia memliki segala sesuatu dan berdaulat untuk menyatakan kehendak-Nya kepada seluruh ciptaan-Nya. Namun demikian bagaimana menghubungkan sifat Allah ini dengan misi bagi gereja-Nya. Untuk menjelaskan hal ini, maka penulis melakukan penelitian kualitatif dengan cara menelusuri literatur yang membahas dan mendiskusikan baik berkaitan dengan kedaulatan Allah dan juga Misi, kemudian setelah itu menghubungkan kedua hal itu. Allah berdaulat untuk membuat rencana misi penyelamatan dan juga menetapkan manusia untuk melaksanakan misi-Nya ini. Gereja harusnya peka dengan apa yang menjadi kehendakNya ini dan secara taat sepenuhnya mengerjakan misi-Nya yaitu memberitakan Injil-Nya.
Hubungan Efikasi Diri Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa Kelas III-VI Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Dasar Tunas Karya 1 Jakarta Marulitua, Daulat; Sianipar, Palima; Telaumbanua, Yusnidar
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1959

Abstract

Pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar (SD) berperan penting dalam pengembangan potensi intelektual, sosial, dan emosional siswa. Efikasi diri, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuan diri sendiri, dan motivasi belajar sebagai dorongan internal, diduga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa kelas III–VI SD Tunas Karya 1. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan regresi linear berganda. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas III–VI SD Tunas Karya 1, dengan sampel sebanyak 40 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket untuk mengukur efikasi diri dan motivasi belajar, serta dokumentasi nilai prestasi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap prestasi siswa dengan koefisien korelasi R = 0,452, artinya 45,2% prestasi siswa dipengaruhi oleh efikasi diri. Motivasi belajar juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa dengan koefisien korelasi R = 0,550, memberikan kontribusi sebesar 55% terhadap prestasi siswa. Secara simultan, efikasi diri dan motivasi belajar menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa dengan R = 0,832, menjelaskan 83,2% variasi prestasi siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan efikasi diri dan motivasi belajar sangat berperan dalam mendukung prestasi belajar siswa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru dan pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa.
Tingkatan Tarian Tor-Tor: Kajian Substansial Bagi Generasi Z Dalam Pendidikan Kristen Marulitua, Daulat; Putrokoesoemo, Renaldo; Majesty, Gilbert Timothy
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkatan dalam Tari Tor-Tor adat Batak dan relevansinya bagi Generasi Z dalam konteks Pendidikan Kristen. Generasi Z, yang lahir pada pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai tradisional di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Tari Tor-Tor bukan hanya tarian tradisional, tetapi juga sarat dengan nilai moral, sosial, dan filosofis yang terkandung dalam setiap gerakannya, mulai dari Partondion, Panggabean, Parsogahon, Manortor Bersama, hingga Pangurason. Nilai-nilai ini mencakup rasa hormat, syukur, tanggung jawab, kebersamaan, dan penyucian, yang sejalan dengan ajaran Pendidikan Kristen tentang pembentukan karakter moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Data dikumpulkan dari literatur berupa buku, jurnal, artikel ilmiah, dan sumber pustaka lainnya terkait Tari Tor-Tor, Pendidikan Kristen, dan karakteristik Generasi Z. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menafsirkan makna filosofis dan simbolis dari setiap tingkatan Tari Tor-Tor serta implikasinya dalam pendidikan moral dan spiritual bagi generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Tor-Tor adat Batak adalah warisan budaya yang kaya akan nilai filosofis, moral, dan spiritual yang masih relevan bagi Generasi Z. Setiap tingkatan tarian, mulai dari Partondion hingga Pangurason, mengajarkan keberanian, rasa syukur, kebersamaan, dan hubungan manusia dengan sesama serta Tuhan. Dalam konteks Pendidikan Kristen, nilai-nilai ini dapat digunakan untuk membentuk karakter, moralitas, dan spiritualitas siswa. Meski tumbuh di era modern dengan pengaruh budaya global, pemahaman terhadap Tari Tor-Tor membantu Generasi Z mengenali dan menghargai identitas budaya mereka, sekaligus menemukan relevansi nilai-nilai tradisional dalam ajaran iman. Integrasi tari ini dalam Pendidikan Kristen memungkinkan siswa menginternalisasi kesucian hati, penghormatan terhadap leluhur, keberanian, kebersamaan, dan refleksi diri.