Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan arti serta lambang yang ada dalam dua puisi oleh Sapardi Djoko Damono, yaitu Hujan Bulan Juni dan Yang Fana Adalah Waktu. Pemilihan kedua puisi ini didasarkan pada penonjolan ciri estetika khas Sapardi, yang melibatkan penggunaan elemen alam dan fenomena seharihari sebagai sarana untuk menyampaikan ide-ide tentang cinta, ketahanan, waktu, dan kefanaan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan acuan teori semiotika dari Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Analisis yang menggunakan model trikotomi Peirce (ikon, indeks, dan simbol) diterapkan untuk mengenali jenis tanda yang muncul dalam kedua puisi, sedangkan pendekatan Barthes berfungsi untuk mengungkap arti denotatif, konotatif, dan mitos yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hujan Bulan Juni didominasi simbol alam yang merepresentasikan cinta yang sabar dan ikhlas, sementara Yang Fana Adalah Waktu menonjolkan simbol abstrak yang merefleksikan kefanaan waktu dan keabadian makna manusia. Temuan ini menegaskan bahwa puisi Sapardi tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memuat refleksi filosofis yang mendalam tentang kehidupan dan kemanusiaan.
Copyrights © 2025