Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALYSIS OF THE FORMATION OF TOXIC LANGUAGE OF MOBILE LEGEND ONLINE GAME STREAMERS ON THE YOUTUBE CHANNEL “TOP GLOBAL MIYA” (MORPHOLOGICAL STUDY) romadhona, Ahlan; Afif Ardiansyah, Muhammad; Sancity, Nixie; Dwi Rohmah, Laili; Lulua, Lisa; Afkar, Taswirul
ASMARALOKA: Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik, dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 nomer 1 Februari 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/asmaraloka.v3i1.479

Abstract

This research discusses the analysis of the formation of toxic language, morphological studies used by streamers of the online game Mobile Legend. This research aims to analyze the formation of toxic language which is often used when streamers play games on Bang Pascol's Top Global Miya YouTube channel. This research uses descriptive and analytical methods in the pronunciation of toxic language in YouTube content to obtain data. The results showed that toxic words, such as "stupid," "bujang inam," "dog," "cok," "tai," "pig," "pantek," "idiot," "fool," and "son of a bitch" ," has diverse origins and strong negative connotations. All of these words fall into the monomorphemic category, meaning they cannot be divided without losing meaning, and are often used to express anger, ridicule, or demean others.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Pada Siswa MTS An-Nadhdliyyah Mengelo Sooko Ilmi, Aini Fitri Rohmatul; Romadhona, Ahlan; Lulua, Lisa; Sari, Martha Amanda; Ardiansyah, M. Afif; Jayanti, Rani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa di MTS An-Nadhliyyah. Keterampilan berbicara merupakan elemen penting dalam komunikasi yang harus dikuasai oleh siswa, namun banyak yang mengalami kesulitan, seperti rasa percaya diri yang rendah dan kesulitan bertutur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan narrative inquiry, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif meliputi penggunaan permainan, diskusi, dan tugas presentasi yang mendorong interaksi aktif. Meskipun terdapat kendala seperti waktu terbatas dan kurangnya kepercayaan diri siswa, penerapan metode yang tepat dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penggunaan media teknologi juga berperan penting dalam meningkatkan pembelajaran. Penelitian ini menyarankan agar guru terus mengembangkan pendekatan kreatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Analisis Perbandingan Makna dan Simbol dalam Puisi Hujan Bulan Juni dan Yang Fana Adalah Waktu Aini, Auralia; Salsabila, Alya; Lulua, Lisa; Hermawan, Wawan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 4 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v1i4.2359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan arti serta lambang yang ada dalam dua puisi oleh Sapardi Djoko Damono, yaitu Hujan Bulan Juni dan Yang Fana Adalah Waktu. Pemilihan kedua puisi ini didasarkan pada penonjolan ciri estetika khas Sapardi, yang melibatkan penggunaan elemen alam dan fenomena seharihari sebagai sarana untuk menyampaikan ide-ide tentang cinta, ketahanan, waktu, dan kefanaan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan acuan teori semiotika dari Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Analisis yang menggunakan model trikotomi Peirce (ikon, indeks, dan simbol) diterapkan untuk mengenali jenis tanda yang muncul dalam kedua puisi, sedangkan pendekatan Barthes berfungsi untuk mengungkap arti denotatif, konotatif, dan mitos yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hujan Bulan Juni didominasi simbol alam yang merepresentasikan cinta yang sabar dan ikhlas, sementara Yang Fana Adalah Waktu menonjolkan simbol abstrak yang merefleksikan kefanaan waktu dan keabadian makna manusia. Temuan ini menegaskan bahwa puisi Sapardi tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memuat refleksi filosofis yang mendalam tentang kehidupan dan kemanusiaan.