Kematian Balita merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Meskipun angka kematian balita di Indonesia menunjukkan tren penurunan, diare dan pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian balita dan distribusinya tidak merata secara geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial kematian balita akibat diare dan pneumonia di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan pendekatan deskriptif spasial yang mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Data sekunder jumlah kematian balita akibat diare dan pneumonia diperoleh dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023, sedangkan data batas administrasi wilayah diperoleh dari DIVA-GIS. Pengolahan, penggabungan, dan visualisasi data dilakukan menggunakan perangkat lunak Quantum Geographic Informatin System (QGIS) versi 3.42 Munster dengan metode pemetaan tematik (choropleth). Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kematian balita akibat diare dan pneumonia tidak merata secara geografis. Kematian balita akibat diare cenderung terkonsentrasi di wilayah pesisir utara dan sebagian Jawa Tengah bagian barat, dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Batang dan Kota Semarang. Sementara itu, kematian balita akibat pneumonia menunjukkan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Blora serta beberapa wilayah di bagian barat dan tengah Jawa Tengah. Perbedaan pola spasial antara kedua penyebab kematian tersebut mengindikasikan adanya variasi faktor risiko antarwilayah. Temuan ini menegaskan pentingnya analisis spasial sebagai dasar penentuan wilayah prioritas dan perencanaan intervensi kesehatan anak yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Copyrights © 2025