Andini, Fatima Rima
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Formulasi Pempek Ikan Kakap dengan Subsitusi Tepung Mocaf untuk Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis Ardiansyah, Fadilah; Rafika, Muhana; Sahab, Novia Rahmah Maulani; Andini, Fatima Rima
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.11

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Diperlukan inovasi pangan lokal bergizi yang mudah diterima, salah satunya yaitu ikan kakap sebagai sumber protein dan asam lemak, serta tepung mocaf sebagai sumber karbohidrat kompleks. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi tepung mocaf terhadap daya terima dan kandungan gizi pempek ikan kakap untuk ibu hamil KEK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan tiga formulasi yaitu Formulasi 1 (30% ikan : 70% mocaf), Formulasi 2 (40% ikan : 60% mocaf), dan Formulasi 3 (50% ikan : 50% mocaf). Daya terima dengan uji hedonik dilakukan terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur oleh 30 panelis. Analisis data untuk uji beda menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Mann–Whitney. Formula dengan daya terima terbaik diuji kandungan protein menggunakan metode kjeldahl dan asam lemak menggunakan metode HPLC. Hasil menunjukkan bahwa formulasi pempek ikan kakap dengan substitusi tepung mocaf berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter organoleptik (p < 0,05). Formulasi 3 menjadi yang paling disukai dengan nilai rata-rata rasa 4,83, warna 4,40, tekstur 4,53, dan aroma 4,60. Uji laboratorium pada Formulasi 3 menunjukkan kandungan protein 6,61%, asam oleat 1,28%, asam linoleat 0,50%, dan asam linolenat 0,01%. Pempek ikan kakap dengan substitusi tepung mocaf formulasi 3 memiliki daya terima yang baik dan kandungan gizi yang mendukung kebutuhan ibu hamil sehingga berpotensi menjadi alternatif pangan lokal untuk membantu penanganan ibu hamil KEK.
Analisis Spasial Distribusi Kematian Balita Akibat Diare dan Pneumonia di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023: Spatial Analysis of the Distribution of Under-Five Mortality Due to Diarrhea and Pneumonia Across Districts/Cities in Central Java Province, 2023 Safitri, Mutiara Dien; Andini, Fatima Rima
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.13

Abstract

Kematian Balita merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Meskipun angka kematian balita di Indonesia menunjukkan tren penurunan, diare dan pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian balita dan distribusinya tidak merata secara geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial kematian balita akibat diare dan pneumonia di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan pendekatan deskriptif spasial yang mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Data sekunder jumlah kematian balita akibat diare dan pneumonia diperoleh dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023, sedangkan data batas administrasi wilayah diperoleh dari DIVA-GIS. Pengolahan, penggabungan, dan visualisasi data dilakukan menggunakan perangkat lunak Quantum Geographic Informatin System (QGIS) versi 3.42 Munster dengan metode pemetaan tematik (choropleth). Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kematian balita akibat diare dan pneumonia tidak merata secara geografis. Kematian balita akibat diare cenderung terkonsentrasi di wilayah pesisir utara dan sebagian Jawa Tengah bagian barat, dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Batang dan Kota Semarang. Sementara itu, kematian balita akibat pneumonia menunjukkan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Blora serta beberapa wilayah di bagian barat dan tengah Jawa Tengah. Perbedaan pola spasial antara kedua penyebab kematian tersebut mengindikasikan adanya variasi faktor risiko antarwilayah. Temuan ini menegaskan pentingnya analisis spasial sebagai dasar penentuan wilayah prioritas dan perencanaan intervensi kesehatan anak yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Disparitas Sosiodemografi Praktik ASI Eksklusif di Indonesia, 2022: Sociodemographic Disparities in Exclusive Breastfeeding Practices in Indonesia, 2022 Andini, Fatima Rima; Muryadi, Elvaro Islami; Dien Safitri, Mutiara
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.17

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti efektif dalam meningkatkan status kesehatan dan kelangsungan hidup bayi. Meskipun demikian, capaian ASI eksklusif di Indonesia masih berada di bawah target nasional dan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji disparitas sosiodemografi dalam praktik pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di Indonesia berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder terhadap 14.629 bayi usia 0–6 bulan yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan karakteristik sosiodemografi dan prevalensi ASI eksklusif, yang disajikan dalam bentuk proporsi beserta interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ASI eksklusif secara nasional sebesar 14,91% (95% CI: 14,34–15,49). Praktik ASI eksklusif ditemukan lebih tinggi pada bayi yang tinggal di wilayah Kalimantan, daerah perdesaan, keluarga dengan jumlah anggota lima orang atau kurang, serta pada bayi dengan ayah yang bekerja di sektor pertanian. Sebaliknya, prevalensi ASI eksklusif lebih rendah pada ibu dan ayah dengan tingkat pendidikan tinggi, bayi yang lahir di fasilitas kesehatan atau dengan tenaga kesehatan terampil, serta keluarga dengan status sosial ekonomi lebih baik. Temuan ini menunjukkan adanya disparitas sosiodemografi yang bermakna dalam praktik ASI eksklusif di Indonesia. Oleh karena itu, upaya promosi dan perlindungan menyusui perlu dirancang secara lebih kontekstual dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan keluarga untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif secara lebih merata.