Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Eco Lindi Without Odors for Organic Waste Management, Training in Various Organic Waste Crafts, and Digital Marketing for Improving the Family Economy Pikanthi Diwanti, Dyah; Susilawati, Desi; Safitri, Mutiara Dien; Arya, Bramadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 3 No. 4 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v3i4.11322

Abstract

The Thai government has realized the serious problem of environmental pollution due to plastic waste. In everyday life, plastic has become an important and integral part of societies around the world due to its various uses, such as packaging, agriculture, auto parts, electronic applications and medical devices. This results in approximately 2 million tons of plastic waste being generated per year. Managing organic waste in the form of stacked buckets does not require large areas of land and equipment is easy to obtain. This activity includes: a. training and practice in making stacked buckets, b. training in making crafts from inorganic waste, and c. digital marketing training for product sales. The expected output of this activity is that Muhammadiyah residents in Thailand have an understanding regarding making stacking buckets independently so that organic waste management is more optimal. The next output is increasing the community's skills in making crafts by utilizing inorganic waste and turning it into a product to be marketed and can increase family income and well-being.
Empowering PKK Cadres through Digital Marketing Training for Local Product Promotion to Support Stunting Prevention in Banteran Village, Banyumas Regency Kusuma, Inggar Ratna; Ambarwati, Dewi; Handayani, Erna; Riani, Evicenna naftuhah; Nurul, Nurul Fatmawati Fitriani; Safitri, Mutiara Dien
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/49ysbf18

Abstract

The high prevalence of stunting in Banteran Village, Banyumas Regency, is closely related to limited family income and a lack of community empowerment, especially among mothers who are members of the Family Welfare Movement (PKK). Most members have potential local products, yet their marketing skills remain low, limiting their ability to utilize digital platforms to improve household income. To address this issue, a community engagement program was conducted to strengthen the digital capacity of PKK members through digital marketing training. The activity, held on July 12, 2025, at the Embung Banteran Hall, applied a participatory empowerment approach consisting of two stages: material presentation and hands-on practice. Participants were introduced to the concept of digital marketing and guided to create Shopee Affiliate accounts. The results indicated that participants showed improved digital literacy, self-confidence, and skills in promoting local products online. Moreover, the activity contributed to enhancing family economic independence and demonstrated the potential of digital empowerment as an indirect approach to stunting prevention. This program emphasizes that digital skills development among women’s community groups can be an effective strategy for sustainable community empowerment and local economic growth.
Analisis Spasial Distribusi Kematian Balita Akibat Diare dan Pneumonia di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023: Spatial Analysis of the Distribution of Under-Five Mortality Due to Diarrhea and Pneumonia Across Districts/Cities in Central Java Province, 2023 Safitri, Mutiara Dien; Andini, Fatima Rima
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.13

Abstract

Kematian Balita merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Meskipun angka kematian balita di Indonesia menunjukkan tren penurunan, diare dan pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian balita dan distribusinya tidak merata secara geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial kematian balita akibat diare dan pneumonia di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan pendekatan deskriptif spasial yang mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Data sekunder jumlah kematian balita akibat diare dan pneumonia diperoleh dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023, sedangkan data batas administrasi wilayah diperoleh dari DIVA-GIS. Pengolahan, penggabungan, dan visualisasi data dilakukan menggunakan perangkat lunak Quantum Geographic Informatin System (QGIS) versi 3.42 Munster dengan metode pemetaan tematik (choropleth). Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kematian balita akibat diare dan pneumonia tidak merata secara geografis. Kematian balita akibat diare cenderung terkonsentrasi di wilayah pesisir utara dan sebagian Jawa Tengah bagian barat, dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Batang dan Kota Semarang. Sementara itu, kematian balita akibat pneumonia menunjukkan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Blora serta beberapa wilayah di bagian barat dan tengah Jawa Tengah. Perbedaan pola spasial antara kedua penyebab kematian tersebut mengindikasikan adanya variasi faktor risiko antarwilayah. Temuan ini menegaskan pentingnya analisis spasial sebagai dasar penentuan wilayah prioritas dan perencanaan intervensi kesehatan anak yang lebih efektif dan tepat sasaran.
PENGUATAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH BAGI PIMPINAN CABANG ISTIMEWA MUHAMMADIYAH THAILAND Darodjat, Darodjat; Zakiyah, Zakiyah; Mintaraga, Mintaraga; Saputra, Fauzan; Arya, Bramadi; Safitri, Mutiara Dien
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28271

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah yang dihadapi oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand adalah semangat berdakwah menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya menurun, hal ini disebabkan karena: (a) masa peralihan kepemimpinan Cabang Istimewa yang baru, dan (b) kondisi sosial-politik dan budaya yang berbeda dengan kondisi di Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat semangat berdakwah di kalangan PCIM Thailand Muhammadiyah melalui peningkatan pemahaman ideologi Muhammadiyah sebagai gerakan pemurnian dan pembaruan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan praktek yang melibatkan sepuluh orang PCIM Thailand. Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi ibadah sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan, dan self assessment. Dari hasil angket responsi dengan skala lima dapat disimpulkan bahwa kegiatan penguatan ideologi Muhammadiyah bagi PCIM Thailand ini rata-rata berada pada kategori sangat baik (90%) yaitu: semua materi pelatihan penting, menambah pengetahuan tentang ideologi Muhammadiyah, mencerahkan dan relevan untuk dikaji lebih lanjut, memuat pengetahuan baru yang bermanfaat bagi PCIM Thailand dalam dakwah di tengah-tengah masyarakat yang pluralistik, dan mereka berada pada kondisi minoritas.Abstract: One of the challenges faced by the leadership of Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand is the declining spirit of da'wah to uphold and promote Islamic teachings for establishing a truly Islamic society. This decline is attributed to: (a) the transitional period of new leadership within the PCIM, and (b) the socio-political and cultural conditions in Thailand, which differ significantly from those in Indonesia. This community service initiative aims to revitalize the spirit of da'wah among PCIM Thailand members by enhancing their understanding of Muhammadiyah ideology as a movement of purification and renewal. The methods employed include socialization, counseling, and practical activities involving ten PCIM Thailand members. The activities were conducted through lectures, interactive discussions, and worship simulations following the Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Evaluation was carried out through observation and self-assessment. Based on a five-point scale questionnaire, the findings revealed that the Muhammadiyah ideology reinforcement program for PCIM Thailand was rated as "excellent" (90%). Participants highlighted that the training materials were essential, enriched their knowledge of Muhammadiyah ideology, were enlightening and relevant for further study, and provided new, valuable insights. These materials are particularly significant for PCIM Thailand's da'wah efforts in a pluralistic society where they are a minority.