Penelitian ini menganalisis kerentanan keberlanjutan usaha aktor marjinal, yaitu pedagang eceran dan pedagang keliling, dalam rantai pasok ayam kampung di Lombok Tengah. Dengan menggunakan data sekunder dan perhitungan Rasio Kerentanan Finansial (RKF), studi ini mengidentifikasi peran fungsional serta risiko yang dihadapi oleh kedua pelaku distribusi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang eceran memiliki tingkat kerentanan finansial yang lebih tinggi (RKF 0,25) dibandingkan pedagang keliling (RKF 0,17), meskipun keduanya berperan vital dalam menyerap produk dari pengepul dan menyalurkannya ke konsumen akhir. Margin keuntungan yang tipis, fluktuasi biaya operasional, dan keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kebangkrutan mereka. Kegagalan aktor marjinal ini berpotensi mengganggu stabilitas seluruh rantai pasok, mulai dari peternak hingga pengepul. Oleh karena itu, disarankan adanya intervensi kebijakan harga minimum dan penguatan kemitraan untuk menjaga profitabilitas dan keberlanjutan usaha mereka.
Copyrights © 2025