Peningkatan produksi ikan koi menuntut sistem produksi yang efisien, ramah lingkungan, serta mampu menjaga kualitas air. Sistem akuaponik yang dikombinasikan teknologi Fine Bubbles (FBs) berpotensi meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dan menekan akumulasi limbah nitrogen, serta dapat meningkatkan produktivitas tanaman, khususnya pada kondisi padat tebar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kepadatan optimum ikan yang dapat meningkatkan performa pertumbuhan dan produktivitas tanaman kangkung pada sistem akuaponik menggunakan teknologi FBs. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2024 di greenhouse Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan padat tebar, yaitu 25, 50, 75, dan 100 ekor/200 L air dengan tiga ulangan selama 42 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar 75 ekor/200 L air menghasilkan performa terbaik dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 90,67±5,81%, laju pertumbuhan spesifik 1,54% g/hari, efisiensi pemanfaatan pakan 49,68%, rasio efisiensi protein 1,12±0,13%, serta kondisi hematologi yang relatif optimal. Produktivitas tanaman kangkung tertinggi ditunjukkan oleh tinggi tanaman mencapai 38,7±1,7 cm dan bobot tanaman 11,5±1,0 g. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang masih mendukung pertumbuhan ikan dan tanaman. Dengan demikian, perbedaan padat tebar ikan koi pada sistem akuaponik dengan aplikasi FBs berpengaruh nyata terhadap performa pertumbuhan ikan koi, kesehatan ikan koi, dan produktivitas kangkung, dengan padat tebar optimum pada 75 ekor/200 L air.
Copyrights © 2025