Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Komunikasi Interpersonal Dalam Persfektif Al-Qur’an Yuli Andriani
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v4i2.824

Abstract

Komunikasi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia karena melalui proses komunikasi individu dapat menyampaikan kepada orang lain apa yang dipikirkan, diinginkan dan dirasakannya. Begitu pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia. Al-Quran sebagai pedoman membimbing umat manusia tidak hanya dalam bidang ibadah tetapi juga dalam bidang muamalah. Muamalah merupakan salah satu bentuk komunikasi. Al-Quran mengatur cara  umat Islam harus berinteraksi ketika dihadapkan pada situasi dan komunikan  yang berbeda. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research). Data pustaka yang berkaitan dengan penelitian baik data yang berkaitan dengan variable terikat maupun bebas dikumpulkan, dicatat, dibaca serta diolah. Seperti rangkaian ayat yang mencakup berbagai bentuk komunikasi, misalnya komunikasi antara orang tua dengan anak, komunikasi antara saudara, dan komunikasi suami dan istri serta komunikasi dengan orang asing.  Ayat Al-Qur’an tersebut menjelaskan cara berkomunikasi yang baik dan disertai gambaran komunikasi yang tidak etis yang menggambarkan  dua prototipe yang akan  selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun dan kapanpun bisa menjadi rahmat/pelajaran bagi manusia.
Pengaruh Padat Tebar Terhadap Performa Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) dan Produktivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans) pada Sistem Akuaponik dengan Aplikasi Fine Bubbles (FBs) Andriani, Yuli; Zidni, Irfan; Subhan, Ujang; Iskandar, Iskandar; Darmawan, Reza; Nugraha, Zidan Fachriza Adya
Jurnal Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.67880

Abstract

Peningkatan produksi ikan koi menuntut sistem produksi yang efisien, ramah lingkungan, serta mampu menjaga kualitas air. Sistem akuaponik yang dikombinasikan teknologi Fine Bubbles (FBs) berpotensi meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dan menekan akumulasi limbah nitrogen, serta dapat meningkatkan produktivitas tanaman, khususnya pada kondisi padat tebar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kepadatan optimum ikan yang dapat meningkatkan performa pertumbuhan dan produktivitas tanaman kangkung pada sistem akuaponik menggunakan teknologi FBs. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2024 di greenhouse Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan padat tebar, yaitu 25, 50, 75, dan 100 ekor/200 L air dengan tiga ulangan selama 42 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar 75 ekor/200 L air menghasilkan performa terbaik dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 90,67±5,81%, laju pertumbuhan spesifik 1,54% g/hari, efisiensi pemanfaatan pakan 49,68%, rasio efisiensi protein 1,12±0,13%, serta kondisi hematologi yang relatif optimal. Produktivitas tanaman kangkung tertinggi ditunjukkan oleh tinggi tanaman mencapai 38,7±1,7 cm dan bobot tanaman 11,5±1,0 g. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang masih mendukung pertumbuhan ikan dan tanaman. Dengan demikian, perbedaan padat tebar ikan koi pada sistem akuaponik dengan aplikasi FBs berpengaruh nyata terhadap performa pertumbuhan ikan koi, kesehatan ikan koi, dan produktivitas kangkung, dengan padat tebar optimum pada 75 ekor/200 L air.
Study on water quality based on physicochemical parameters and distribution of waste in the waters of Kelapa Dua Island Fittrie Meyllianawaty Pratiwy; Titin Herawati; Zahidah Hasan; Yuli Andriani; Thallita Nasywa Faddilah; Tiara Nurul Nabila
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.38544

Abstract

Kepulauan seribu archipelago is home to Kelapa Dua Island, a potential marine tourism destination and habitat for diverse marine life. The survival of marine biota hinges on suitable physical and chemical water parameters, encompassing temperature, pH, salinity, and dissolved oxygen (DO). This study aims to evaluate water quality and litter distribution on Kelapa Dua Island within Kepualauan Seribu National Park. Results reveal that the water quality largely aligns with established standards; however, specific points surpass limits, notably lower salinity at stasion 3 (26%o), and higher pH at station 2 (9.35). Despite meeting quality standards, the island's status as a populated area and tourist destination raises concerns about potential alterations to water quality. Furthermore, observations on litter distribution indicate a status categorized as B (0-4/m) and C (4-10/m), highlighting a relatively low level of litter presence. The interaction of human activities, both as inhabitants and visitors, may contribute to fluctuations in water quality. Understanding these dynamics is crucial for sustainable management, ensuring the preservation of Pulau Kelapa's ecological integrity as a cherished marine environment and tourist attraction. This study provides insights into the delicate balance between human interactions and environmental preservation in the context of Pulau Kelapa, Kepualauan Seribu.Keywords:Water qualityLitter DistributionKelapa Dua IslandKepulauan Seribu
PENERAPAN METODE VAKT (VISUAL, AUDITORY, KINESTHETIC, TACTILE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS 3 SD Andriani, Yuli; Hendiawan, Deri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.48187

Abstract

Reading proficiency is the fundamental cornerstone of the educational process, yet many third-grade students continue to face substantial hurdles in early literacy, often categorized as "low-readers." This study investigates the implementation of the VAKT (Visual, Auditory, Kinesthetic, and Tactile) multisensory method as a strategic intervention to accelerate letter and word recognition. The objective of this research is to evaluate the effectiveness of engaging multiple sensory channels simultaneously to overcome cognitive difficulties and rebuild students' academic self-confidence.This research utilizes a quantitative approach with a pre-experimental design involving ten third-grade students. Data were collected through pre-test and post-test assessments and analyzed using the Paired Samples T-Test via SPSS software. The statistical analysis indicates a significant improvement in students' reading abilities. The mean score increased from 84.70 in the pre-test to 92.00 in the post-test. The Paired Samples T-Test yielded a significance value of p < 0.001, which is lower than the alpha level of 0.05, thereby confirming that the VAKT method has a statistically significant impact. Furthermore, the effect size measured by Cohen’s d was -1.641, indicating a "Large Effect" of the intervention.The discussion suggests that integrating tactile and kinesthetic stimuli—such as tracing textured letters—provides a "cognitive anchor" that helps students distinguish visually similar characters. In conclusion, the VAKT method is a highly effective remedial tool for addressing reading delays in the third grade and fostering an inclusive learning environment. Keywords: VAKT Method, Early Reading, Multisensory Learning. Reading proficiency is the fundamental cornerstone of the educational process, yet many third-grade students continue to face substantial hurdles in early literacy, often categorized as "low-readers." This study investigates the implementation of the VAKT (Visual, Auditory, Kinesthetic, and Tactile) multisensory method as a strategic intervention to accelerate letter and word recognition. The objective of this research is to evaluate the effectiveness of engaging multiple sensory channels simultaneously to overcome cognitive difficulties and rebuild students' academic self-confidence.This research utilizes a quantitative approach with a pre-experimental design involving ten third-grade students. Data were collected through pre-test and post-test assessments and analyzed using the Paired Samples T-Test via SPSS software. The statistical analysis indicates a significant improvement in students' reading abilities. The mean score increased from 84.70 in the pre-test to 92.00 in the post-test. The Paired Samples T-Test yielded a significance value of p < 0.001, which is lower than the alpha level of 0.05, thereby confirming that the VAKT method has a statistically significant impact. Furthermore, the effect size measured by Cohen’s d was -1.641, indicating a "Large Effect" of the intervention.The discussion suggests that integrating tactile and kinesthetic stimuli—such as tracing textured letters—provides a "cognitive anchor" that helps students distinguish visually similar characters. In conclusion, the VAKT method is a highly effective remedial tool for addressing reading delays in the third grade and fostering an inclusive learning environment.
Study on water quality based on physicochemical parameters and distribution of waste in the waters of Kelapa Dua Island Fittrie Meyllianawaty Pratiwy; Titin Herawati; Zahidah Hasan; Yuli Andriani; Thallita Nasywa Faddilah; Tiara Nurul Nabila
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.38544

Abstract

Kepulauan seribu archipelago is home to Kelapa Dua Island, a potential marine tourism destination and habitat for diverse marine life. The survival of marine biota hinges on suitable physical and chemical water parameters, encompassing temperature, pH, salinity, and dissolved oxygen (DO). This study aims to evaluate water quality and litter distribution on Kelapa Dua Island within Kepualauan Seribu National Park. Results reveal that the water quality largely aligns with established standards; however, specific points surpass limits, notably lower salinity at stasion 3 (26%o), and higher pH at station 2 (9.35). Despite meeting quality standards, the island's status as a populated area and tourist destination raises concerns about potential alterations to water quality. Furthermore, observations on litter distribution indicate a status categorized as B (0-4/m) and C (4-10/m), highlighting a relatively low level of litter presence. The interaction of human activities, both as inhabitants and visitors, may contribute to fluctuations in water quality. Understanding these dynamics is crucial for sustainable management, ensuring the preservation of Pulau Kelapa's ecological integrity as a cherished marine environment and tourist attraction. This study provides insights into the delicate balance between human interactions and environmental preservation in the context of Pulau Kelapa, Kepualauan Seribu.Keywords:Water qualityLitter DistributionKelapa Dua IslandKepulauan Seribu
Analisis Penggunaan Berbagai Jenis Aerasi Pada Sistem Budidaya Ikan Berbasis Bioflok (Literature Review) Andriani, Yuli; Meyllianawaty Pratiwy, Fittrie; Adya Nugraha, Zidan Fachriza
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9036

Abstract

Permasalahan yang paling banyak ditemui dalam budidaya yang memiliki keterkaitan dengan akumulasi senyawa nitrogen (amonia dan nitrit) yang berasal dari sisa pakan dan hasil ekskresi metabolik organisme budidaya. Solusi terhadap permasalahan tersebut, teknologi bioflok dikembangkan sebagai pendekatan budidaya berkelanjutan berbasis pemanfaatan komunitas mikroorganisme untuk mendaur ulang nutrien secara in situ. Bioflok tidak hanya berperan sebagai sistem pengolahan limbah secara biologis, tetapi juga menghasilkan agregat mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan bagi organisme budidaya. Keberhasilan sistem bioflok bergantung pada manajemen aerasi yang optimal. Aktivitas bakteri heterotrof dalam sistem bioflok membutuhkan konsumsi oksigen yang tinggi, sehingga aerasi berperan penting dalam menyediakan oksigen terlarut, menjaga flok tetap tersuspensi, serta mendukung proses biodegradasi bahan organik di dalam kolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai macam system aerasi dalam sistem bioflok dalam menjaga kualitas air dan mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-eksploratif. Metode yang digunakan dalam kajian ini mengacu pada penelusuran literatur dari berbagai penelitian terdahulu yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Berdasarkan perbandingan dari beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem aerasi modern seperti microbubble dan nanobubble memiliki efisiensi tinggi dalam proses transfer oksigen serta pengelolaan kualitas air jika dibandingkan dengan sistem aerasi konvensional seperti blower atau batu aerasi, namun penggunaan sistem ini masih banyak diterapkan karena lebih mudah dioperasikan dan memiliki biaya yang relatif lebih rendah.  Kata kunci: Bioflok, Aerasi, Kualitas Air, Pertumbuhan Ikan