Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Komunikasi Interpersonal Dalam Persfektif Al-Qur’an Yuli Andriani
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v4i2.824

Abstract

Komunikasi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia karena melalui proses komunikasi individu dapat menyampaikan kepada orang lain apa yang dipikirkan, diinginkan dan dirasakannya. Begitu pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia. Al-Quran sebagai pedoman membimbing umat manusia tidak hanya dalam bidang ibadah tetapi juga dalam bidang muamalah. Muamalah merupakan salah satu bentuk komunikasi. Al-Quran mengatur cara  umat Islam harus berinteraksi ketika dihadapkan pada situasi dan komunikan  yang berbeda. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research). Data pustaka yang berkaitan dengan penelitian baik data yang berkaitan dengan variable terikat maupun bebas dikumpulkan, dicatat, dibaca serta diolah. Seperti rangkaian ayat yang mencakup berbagai bentuk komunikasi, misalnya komunikasi antara orang tua dengan anak, komunikasi antara saudara, dan komunikasi suami dan istri serta komunikasi dengan orang asing.  Ayat Al-Qur’an tersebut menjelaskan cara berkomunikasi yang baik dan disertai gambaran komunikasi yang tidak etis yang menggambarkan  dua prototipe yang akan  selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun dan kapanpun bisa menjadi rahmat/pelajaran bagi manusia.
Pengaruh Padat Tebar Terhadap Performa Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) dan Produktivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans) pada Sistem Akuaponik dengan Aplikasi Fine Bubbles (FBs) Andriani, Yuli; Zidni, Irfan; Subhan, Ujang; Iskandar, Iskandar; Darmawan, Reza; Nugraha, Zidan Fachriza Adya
Jurnal Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.67880

Abstract

Peningkatan produksi ikan koi menuntut sistem produksi yang efisien, ramah lingkungan, serta mampu menjaga kualitas air. Sistem akuaponik yang dikombinasikan teknologi Fine Bubbles (FBs) berpotensi meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dan menekan akumulasi limbah nitrogen, serta dapat meningkatkan produktivitas tanaman, khususnya pada kondisi padat tebar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kepadatan optimum ikan yang dapat meningkatkan performa pertumbuhan dan produktivitas tanaman kangkung pada sistem akuaponik menggunakan teknologi FBs. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2024 di greenhouse Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan padat tebar, yaitu 25, 50, 75, dan 100 ekor/200 L air dengan tiga ulangan selama 42 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar 75 ekor/200 L air menghasilkan performa terbaik dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 90,67±5,81%, laju pertumbuhan spesifik 1,54% g/hari, efisiensi pemanfaatan pakan 49,68%, rasio efisiensi protein 1,12±0,13%, serta kondisi hematologi yang relatif optimal. Produktivitas tanaman kangkung tertinggi ditunjukkan oleh tinggi tanaman mencapai 38,7±1,7 cm dan bobot tanaman 11,5±1,0 g. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang masih mendukung pertumbuhan ikan dan tanaman. Dengan demikian, perbedaan padat tebar ikan koi pada sistem akuaponik dengan aplikasi FBs berpengaruh nyata terhadap performa pertumbuhan ikan koi, kesehatan ikan koi, dan produktivitas kangkung, dengan padat tebar optimum pada 75 ekor/200 L air.
Study on water quality based on physicochemical parameters and distribution of waste in the waters of Kelapa Dua Island Fittrie Meyllianawaty Pratiwy; Titin Herawati; Zahidah Hasan; Yuli Andriani; Thallita Nasywa Faddilah; Tiara Nurul Nabila
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.38544

Abstract

Kepulauan seribu archipelago is home to Kelapa Dua Island, a potential marine tourism destination and habitat for diverse marine life. The survival of marine biota hinges on suitable physical and chemical water parameters, encompassing temperature, pH, salinity, and dissolved oxygen (DO). This study aims to evaluate water quality and litter distribution on Kelapa Dua Island within Kepualauan Seribu National Park. Results reveal that the water quality largely aligns with established standards; however, specific points surpass limits, notably lower salinity at stasion 3 (26%o), and higher pH at station 2 (9.35). Despite meeting quality standards, the island's status as a populated area and tourist destination raises concerns about potential alterations to water quality. Furthermore, observations on litter distribution indicate a status categorized as B (0-4/m) and C (4-10/m), highlighting a relatively low level of litter presence. The interaction of human activities, both as inhabitants and visitors, may contribute to fluctuations in water quality. Understanding these dynamics is crucial for sustainable management, ensuring the preservation of Pulau Kelapa's ecological integrity as a cherished marine environment and tourist attraction. This study provides insights into the delicate balance between human interactions and environmental preservation in the context of Pulau Kelapa, Kepualauan Seribu.Keywords:Water qualityLitter DistributionKelapa Dua IslandKepulauan Seribu
PENERAPAN METODE VAKT (VISUAL, AUDITORY, KINESTHETIC, TACTILE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS 3 SD Andriani, Yuli; Hendiawan, Deri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.48187

Abstract

Reading proficiency is the fundamental cornerstone of the educational process, yet many third-grade students continue to face substantial hurdles in early literacy, often categorized as "low-readers." This study investigates the implementation of the VAKT (Visual, Auditory, Kinesthetic, and Tactile) multisensory method as a strategic intervention to accelerate letter and word recognition. The objective of this research is to evaluate the effectiveness of engaging multiple sensory channels simultaneously to overcome cognitive difficulties and rebuild students' academic self-confidence.This research utilizes a quantitative approach with a pre-experimental design involving ten third-grade students. Data were collected through pre-test and post-test assessments and analyzed using the Paired Samples T-Test via SPSS software. The statistical analysis indicates a significant improvement in students' reading abilities. The mean score increased from 84.70 in the pre-test to 92.00 in the post-test. The Paired Samples T-Test yielded a significance value of p < 0.001, which is lower than the alpha level of 0.05, thereby confirming that the VAKT method has a statistically significant impact. Furthermore, the effect size measured by Cohen’s d was -1.641, indicating a "Large Effect" of the intervention.The discussion suggests that integrating tactile and kinesthetic stimuli—such as tracing textured letters—provides a "cognitive anchor" that helps students distinguish visually similar characters. In conclusion, the VAKT method is a highly effective remedial tool for addressing reading delays in the third grade and fostering an inclusive learning environment. Keywords: VAKT Method, Early Reading, Multisensory Learning. Reading proficiency is the fundamental cornerstone of the educational process, yet many third-grade students continue to face substantial hurdles in early literacy, often categorized as "low-readers." This study investigates the implementation of the VAKT (Visual, Auditory, Kinesthetic, and Tactile) multisensory method as a strategic intervention to accelerate letter and word recognition. The objective of this research is to evaluate the effectiveness of engaging multiple sensory channels simultaneously to overcome cognitive difficulties and rebuild students' academic self-confidence.This research utilizes a quantitative approach with a pre-experimental design involving ten third-grade students. Data were collected through pre-test and post-test assessments and analyzed using the Paired Samples T-Test via SPSS software. The statistical analysis indicates a significant improvement in students' reading abilities. The mean score increased from 84.70 in the pre-test to 92.00 in the post-test. The Paired Samples T-Test yielded a significance value of p < 0.001, which is lower than the alpha level of 0.05, thereby confirming that the VAKT method has a statistically significant impact. Furthermore, the effect size measured by Cohen’s d was -1.641, indicating a "Large Effect" of the intervention.The discussion suggests that integrating tactile and kinesthetic stimuli—such as tracing textured letters—provides a "cognitive anchor" that helps students distinguish visually similar characters. In conclusion, the VAKT method is a highly effective remedial tool for addressing reading delays in the third grade and fostering an inclusive learning environment.
Study on water quality based on physicochemical parameters and distribution of waste in the waters of Kelapa Dua Island Fittrie Meyllianawaty Pratiwy; Titin Herawati; Zahidah Hasan; Yuli Andriani; Thallita Nasywa Faddilah; Tiara Nurul Nabila
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.38544

Abstract

Kepulauan seribu archipelago is home to Kelapa Dua Island, a potential marine tourism destination and habitat for diverse marine life. The survival of marine biota hinges on suitable physical and chemical water parameters, encompassing temperature, pH, salinity, and dissolved oxygen (DO). This study aims to evaluate water quality and litter distribution on Kelapa Dua Island within Kepualauan Seribu National Park. Results reveal that the water quality largely aligns with established standards; however, specific points surpass limits, notably lower salinity at stasion 3 (26%o), and higher pH at station 2 (9.35). Despite meeting quality standards, the island's status as a populated area and tourist destination raises concerns about potential alterations to water quality. Furthermore, observations on litter distribution indicate a status categorized as B (0-4/m) and C (4-10/m), highlighting a relatively low level of litter presence. The interaction of human activities, both as inhabitants and visitors, may contribute to fluctuations in water quality. Understanding these dynamics is crucial for sustainable management, ensuring the preservation of Pulau Kelapa's ecological integrity as a cherished marine environment and tourist attraction. This study provides insights into the delicate balance between human interactions and environmental preservation in the context of Pulau Kelapa, Kepualauan Seribu.Keywords:Water qualityLitter DistributionKelapa Dua IslandKepulauan Seribu
Analisis Penggunaan Berbagai Jenis Aerasi Pada Sistem Budidaya Ikan Berbasis Bioflok (Literature Review) Andriani, Yuli; Meyllianawaty Pratiwy, Fittrie; Adya Nugraha, Zidan Fachriza
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9036

Abstract

Permasalahan yang paling banyak ditemui dalam budidaya yang memiliki keterkaitan dengan akumulasi senyawa nitrogen (amonia dan nitrit) yang berasal dari sisa pakan dan hasil ekskresi metabolik organisme budidaya. Solusi terhadap permasalahan tersebut, teknologi bioflok dikembangkan sebagai pendekatan budidaya berkelanjutan berbasis pemanfaatan komunitas mikroorganisme untuk mendaur ulang nutrien secara in situ. Bioflok tidak hanya berperan sebagai sistem pengolahan limbah secara biologis, tetapi juga menghasilkan agregat mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan bagi organisme budidaya. Keberhasilan sistem bioflok bergantung pada manajemen aerasi yang optimal. Aktivitas bakteri heterotrof dalam sistem bioflok membutuhkan konsumsi oksigen yang tinggi, sehingga aerasi berperan penting dalam menyediakan oksigen terlarut, menjaga flok tetap tersuspensi, serta mendukung proses biodegradasi bahan organik di dalam kolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai macam system aerasi dalam sistem bioflok dalam menjaga kualitas air dan mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-eksploratif. Metode yang digunakan dalam kajian ini mengacu pada penelusuran literatur dari berbagai penelitian terdahulu yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Berdasarkan perbandingan dari beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem aerasi modern seperti microbubble dan nanobubble memiliki efisiensi tinggi dalam proses transfer oksigen serta pengelolaan kualitas air jika dibandingkan dengan sistem aerasi konvensional seperti blower atau batu aerasi, namun penggunaan sistem ini masih banyak diterapkan karena lebih mudah dioperasikan dan memiliki biaya yang relatif lebih rendah.  Kata kunci: Bioflok, Aerasi, Kualitas Air, Pertumbuhan Ikan
STRATEGI ADAPTASI INDIKATOR PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANGAN BERBASIS PROGRAM PENDIDIKAN INDIVIDUAL PADA KURIKULUM MERDEKA BAGI SISWA TUNAGRAHITA KELAS V DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Nurhayati, Eti; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Yuli Andriani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51337

Abstract

Inclusive education provides equal opportunities for all students to receive educational services that align with their individual needs and characteristics. However, in practice, students with intellectual disabilities in inclusive elementary schools often face difficulties in learning mathematics because the learning indicators used are generally based on the achievement standards of regular students. Furthermore, limited teacher competence in curriculum adaptation and the lack of collaboration between schools and parents have resulted in the learning needs of students with intellectual disabilities not being optimally addressed. This study aims to formulate a strategy for adapting mathematics learning indicators on the topic of numbers based on the Individualized Education Program (IEP) within the Merdeka Curriculum for fifth-grade students with intellectual disabilities in inclusive elementary schools. The study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The findings indicate that the adaptation of learning indicators was carried out through modifying the complexity level of the material, simplifying learning objectives, utilizing concrete learning media, adjusting instructional methods, and involving parents in the implementation of the Individualized Education Program. Learning indicators designed based on students’ actual abilities were found to improve their participation and understanding of number concepts. Therefore, the development of flexible and individualized learning indicators is an important strategy for supporting successful mathematics learning among students with intellectual disabilities in inclusive elementary schools.
EVALUASI LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA PENDIDIKAN DASAR Andriani, Yuli; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Eti Nurhayati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.65608

Abstract

The  competency-based  curriculum  represents  an  educational  framework  that  aims  to  foster  students  understanding,  abilities,  and  values  in  a  holistic  manner.  Creating  such  a  curriculum  relies  heavily  on  scientific  principles  that  provide  the  foundation  for  establishing  learning  goals,  subject  matter,  instructional  strategies,  and  evaluation  techniques.  This  investigation  seeks  to  examine  how  scientific  principles  contribute  to  designing  a  competency-based  curriculum  for  primary  education.  The  study  uses  a  library  research  approach  by  examining  and  interpreting  related  materials  such  as  books,  scholarly  articles,  curriculum  frameworks,  and  educational  regulations.  The  results  demonstrate  that  scientific  principles  are  vital  in  maintaining  curriculum  content  that  aligns  with  developments  in  science,  technology,  and  societal  demands.  They  also  aid  in  cultivating  analytical  thinking,  problem-solving  capabilities,  and  continuous  that  aligns  with  developments  in  science,  technology,  and  societal  demands.  learning  among  learners.  Nevertheless,  incorporating  scientific  principles  into  curriculum  design  presents  various  obstacles,  such  as  the  disconnect  between  theoretical  ideas  and  actual  teaching  methods,  insufficient  teacher  expertise,  and  the  swift  rate  of  scientific  and  technological  advancements.  Consequently,  ongoing  curriculum  assessment  and  refinement  are  required  to  preserve  its  appropriateness  and  success  in  accomplishing  educational  objectives.  The  study  determines  that  reinforcing  scientific  principles  is  crucial  for  improving  the  quality  of  competency-based  curriculum  execution  in  primary  education.
STRATEGI PEMASARAN BENUR UDANG GALAH SIJAWA (Macrobrachium rosenbergii) (STUDI KASUS DI UNIT KERJA BUDIDAYA AIR PAYAU SAMAS, YOGYAKARTA) Asep Agus Handaka Suryana; Nabilah Sani Millatina; Yuli Andriani
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Kerja Budidaya Air Payau (UKBAP) Samas berperan penting dalam pengembangan budidaya benur udang galah, khususnya varietas Sijawa. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis strategi pemasaran yang efektif, serta potensi dan tantangan dalam pemasaran benur udang galah. Bauran pemasaran 4P mencakup produk benur udang galah dengan harga jual Rp. 40,- yang berada di situs A UKBAP Samas dengan melakukan promosi melalui berbagai saluran. Analisis SWOT menunjukan adanya kekuatan UKBAP Samas dalam memproduksi benur dengan harga tetap, namun tantangan yang dihadapi meliputi harga pakan alami yang cukup mahal dan risiko penyakit pada larva udang galah. Strategi pemasaran yang diterapkan mencakup segmentasi pasar berdasarkan kriteria geografis, demografis, psikografis, dan perilaku, dengan penekanan pada target pasar lokal dan luar daerah. Sistem distribusi yang digunakan meliputi distribusi langsung dan tidak langsung. Hasil riset ini menunjukkan bahwa strategi UKBAP Samas dalam memanfaatkan keunggulan benur udang galah yang bernilai tinggi dan minim pesaing di DIY, berhasil meningkatkan nilai ekonomi dan distribusi benur udang galah dengan melakukan manajemen pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan budidaya yang lebih baik.
THE EFFECT OF FERMENTED MAGGOT FLOUR SUBSTITUTION IN ARTIFICIAL FEED TO HEALTH OF NILA FISH (Oreochromis niloticus) Nabila Tia Sukmaya; Yuli Andriani; Zahidah
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi fermentasi tepung maggot dalam pakan buatan terhadap kesehatan ikan nila. Kandungan kitin (biopolymer rantai Panjang dari N-asetil D-glukosamin) mampu mengikat N dan asam amino penyusun protein sehingga protein menjadi sulit dicerna oleh tubuh ikan. Metode fermentasi berhasil menurunkan kandungan kitin yang terdapat dalam tepung maggot sebesar 8,34%. Berdasarkan hasil uji analisis proksimat dari tepung maggot yang sudah difermentasi memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada nilai gizi dari tepung maggot tanpa fermentasi. Nilai gizi dari tepung maggot sebelum fermentasi adalah protein kasar (25.44%), lemak kasar (9.32%), kadar air (7.43%), abu (12.82%), berat kering (92.56%) dan serat kasar (4.77%) sedangkan untuk nilai gizi dari tepung maggot setelah difermentasi adalah protein kasar (27.29%), lemak kasar (12.58%), kadar air (6.61%), abu (13.02%), berat kering (93.38%) dan serat kasar (3.11%). Pengujian kualitas air juga dilakukan pada media budidaya ikan nila, dan nilai kualitas air dalam kondisi normal dengan nilai suhu (25-32oC), DO 6.8 – 10.35 mg/L), pH 7, nitrat (12.5 – 13 mg/L) nitrit (90.3-1.1 mg/L) dan ammonium (0.25-5 mg/L). Formulasi pakan B (TMF 25%) memiliki nilai gizi paling optimum yaitu protein kasar (25,51%), lemak kasar (11,87%), kadar air (4,67%), abu (12,54%), berat kering (95,33%) dan serat kasar (11,49%). Berdasarkan pemeriksaan kesehatan ikan didapatkan hasil ADG sebesar 1 g/hari, SGR sebesar 25%, efisiensi pakan sebesar 40