Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan kontekstual dibandingkan model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar biologi dan keterampilan metakognisi peserta didik. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Pretest–Posttest Control Group. Populasi penelitian yaitu seluruh peserta didik kelas X SMA Kristen Barana’, dan sampel dipilih secara acak dari kelas X2 sebagai kelas eksperimen dan X3 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda untuk hasil belajar dan angket untuk keterampilan metakognisi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui rata-rata dan distribusi skor, serta statistik inferensial dengan uji-t untuk melihat peningkatan dan perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran meningkatkan hasil belajar dan keterampilan metakognisi, namun PBL dengan pendekatan kontekstual memberikan capaian posttest yang lebih tinggi. Kelas eksperimen memperoleh rata-rata hasil belajar 87,11 dan keterampilan metakognisi 85,25, lebih tinggi daripada kelas kontrol yang masing-masing memperoleh 82,00 dan 72,44. Uji-t menegaskan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL kontekstual lebih efektif dalam mengoptimalkan kemampuan kognitif dan metakognitif peserta didik.
Copyrights © 2025