Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik arsitektur "Indish" pada Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow di Kotamobagu, dengan menelusuri bagaimana elemen desain kolonial Belanda diintegrasikan dengan adaptasi lokal untuk menghadapi kondisi iklim tropis dan kebutuhan fungsional masyarakat setempat. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur dan arsip, analisis foto lama, guna melakukan triangulasi data dan memperoleh gambaran menyeluruh tentang penerapan ciri-ciri arsitektur seperti denah simetris, orientasi bangunan yang menghindari sinar matahari langsung, penggunaan bahan kayu yang kokoh, serta tata ruang yang diadaptasi untuk sirkulasi udara alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja ini mempertahankan beberapa elemen penting dari gaya Indish, misalnya berdirinya bangunan di atas tanah yang luas, penggunaan konstruksi kayu, ventilasi dan pencahayaan alami yang optimal, dan kehadiran elemen simbolik seperti bangunan penggantung lonceng. Namun terdapat penyimpangan pada elemen lain seperti ketiadaan teras yang mengelilingi bangunan, absennya elemen menara khas serta penggunaan material kaca pada jendela, yang mencerminkan proses modifikasi desain seiring perkembangan jaman. Penelitian ini mengungkap bahwa Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow merupakan hasil sintesis dinamis antara warisan arsitektur kolonial dan kearifan lokal menghasilkan identitas visual dan fungsional yang unik serta relevan dengan konteks modern di Sulawesi Utara.Kata kunci: Telaah Arsitektural; Arsitektur Indish; Gereja Masehi Injili; Bolaang Mongondow
Copyrights © 2025