Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kelembagaan petani pemakai air irigasi serta meningkatkan kemandirian kelompok dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan air, dan konflik antar pengguna serta memanfaatkan dan memelihara sumber daya air irigasi secara efisien. Kegiatan ini dilakukan dengan metode game experiment yakni eksperimen sosial yang didesain sebagai simulasi situasi riil yang dihadapi subjek, dalam hal ini petani. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan Game Experiment sangat efektif dalam menggambarkan perilaku kolektif petani dalam mengatur pemanfaatan air irigasi. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa para petani cenderung memilih game III, yaitu mekanisme pengawasan sebagai strategi utama untuk memastikan distribusi air yang adil, efisien, dan berkelanjutan. Preferensi terhadap pengawasan ini muncul karena dianggap mampu meminimalkan konflik, mencegah penggunaan air yang berlebihan, serta memperkuat kepatuhan antaranggota kelompok. Pelatihan ini menegaskan bahwa keberlanjutan pengelolaan irigasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kelembagaan yang di dalamnya. Kata Kunci: Kelembagaan; Irigasi; Padi Sawah; Berkelanjutan.
Copyrights © 2025