Radikalisasi merupakan ancaman serius bagi keutuhan bangsa Indonesia yang multikultural. Fenomena ini tidak hanya mengancam stabilitas sosial, tetapi juga mereduksi makna agama menjadi instrumen eksklusif yang dapat melahirkan intoleransi dan kekerasan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan lembaga Pendidikan dan peran pemerintah mencegah radikalisme agama di Indonesia. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa radikalisasi dapat ditanggulangi secara lebih efektif apabila kebijakan negara dan peran ajaran Kristen dijalankan secara sinergis. Pemerintah menghadirkan kerangka regulatif, sedangkan iman Kristen menawarkan fondasi spiritual yang membentuk karakter Kristiani. Integrasi keduanya berkontribusi pada lahirnya masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis, serta memperkecil ruang gerak radikalisme di Indonesia yang masyarakatnya majemuk.
Copyrights © 2025