Ilmu dalam perspektif Islam tidak dipahami sekadar sebagai akumulasi pengetahuan, tetapi sebagai cahaya yang menuntun manusia menuju kebenaran, pembentukan akhlak, dan kedekatan kepada Allah. Hakikat ilmu yang bersumber dari wahyu, akal, dan pengalaman menuntut adanya metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembinaan adab dan pengamalan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat ilmu dalam Islam sebagai dasar filosofis dan pedagogis Metode Pembelajaran Al-Qur’an Mari Mengaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada proses pembelajaran Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Mari Mengaji selaras dengan konsep hakikat ilmu dalam Islam, khususnya dalam prinsip pembelajaran bertahap (tadarruj), pembiasaan (ta‘wīd), keteladanan guru, serta integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Metode ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara teknis, tetapi juga menumbuhkan sikap religius dan adab peserta didik terhadap Al-Qur’an. Dengan demikian, hakikat ilmu dalam Islam dapat dijadikan landasan konseptual yang kuat dalam pengembangan dan penerapan Metode Mari Mengaji sebagai metode pembelajaran Al-Qur’an yang holistik dan bernilai edukatif.
Copyrights © 2026