Rendahnya pemahaman siswa akil balig terhadap fikih taharah, khususnya kewajiban bersuci pasca-haid dan ihtilam, menjadi tantangan krusial dalam pendidikan Islam dasar. Penelitian ini menguji efektivitas metode Make a Match, yaitu strategi kooperatif berbasis pencocokan kartu, dalam meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar fikih taharah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest yang melibatkan 32 siswa. Motivasi diukur melalui observasi dengan skala Guttman dengan 5 indikator, sementara hasil belajar melalui tes pilihan ganda 10 butir. Pembelajaran dilaksanakan selama tiga pertemuan: pengertian haid/ihtilam, larangan-larangan, serta niat bersuci, dengan aktivitas kelompok diskusi dan presentasi hasil pencocokan. Hasil menunjukkan peningkatan motivasi dari 70% menjadi 90% (hari pertama) dan stabil 85% (hari kedua-ketiga), dengan N-Gain 0,608 (kategori sedang). Rata-rata skor pretest 53,125 naik menjadi 73 pada posttest (N-Gain 0,511), dikonfirmasi signifikan oleh uji Wilcoxon (p=0,000). Instrumen teruji valid dan reliabel. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Make a Match terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman fikih taharah bagi siswa akil balig. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Make a Match terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman fikih taharah bagi siswa akil balig. Hasil ini memberi rekomendasi bagi guru madrasah untuk mengadopsi inovasi ini guna mengatasi keterbatasan metode tradisional, memperkaya kurikulum pendidikan Islam, serta mengembangkannya pada materi fikih lainnya.
Copyrights © 2025