Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar menuntut guru untuk menggunakan media yang menarik agar murid lebih mudah memahami materi, khususnya pada topik imbuhan yang sering dianggap sulit. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid melalui penggunaan media pembelajaran komik pada materi imbuhan me-, -lah, dan -kan di kelas 5 SDN Pakis V Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 murid kelas 5 tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan perubahan hasil belajar murid pada pra-siklus dan siklus 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tindakan diberikan, sebagian besar murid belum mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata kelas 67 dan 50% murid berada pada kategori rendah. Setelah penerapan media komik pada siklus 1, terjadi peningkatan yang signifikan, ditunjukkan oleh meningkatnya persentase murid pada kategori sangat bagus menjadi 57% dan menurunnya murid pada kategori rendah menjadi 3%, dengan rata-rata kelas meningkat menjadi 89. Temuan ini menunjukkan bahwa media komik efektif dalam membantu murid memahami materi imbuhan secara lebih menarik, kontekstual, dan mudah dipahami. Dengan demikian, media komik dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas hasil belajar murid dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Copyrights © 2025