Berdasarkan wawancara yang saya lakukan dengan guru melalui WhatsApp, mereka menemukan bahwa jika mereka belum menguasai materi pelajaran, maka akan muncul kecemasan saat mengajar. Selain itu, sebelum mulai mengajar, konsep harus dibuat untuk mengurangi kecemasan, dan jika ada kegaduhan di kelas, kecemasan muncul dan guru merasa gelisah dan takut tidak bisa menanganinya.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi analitik dan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TK yang sangat siap untuk mengajar cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah. Hasil ini sejalan dengan teori behaviorisme Edward Lee Thorndike, yang menekankan bahwa latihan dan pengulangan meningkatkan keterampilan dan kesiapan guru. Thorndike mengatakan bahwa proses pembelajaran yang melibatkan penguatan stimulus-respons dan repetisi memainkan peran penting. peran yang sangat penting dalam pengembangan keterampilan. Hasil ini sejalan dengan temuan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), yang menunjukkan bahwa ketika guru merasa lebih siap dan percaya diri untuk menyelesaikan tugas mereka, tingkat kecemasan mereka secara signifikan berkurang. Dengan nilai t hitung 0,433 dan nilai signifikasi 0,015, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kesiapan mengajar dengan tingkat kecemasan pada guru taman kanak-kanak se-Kecamat, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Copyrights © 2025