Penelitian ini secara eksplisit bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan mekanisme transformasi sintaksis pada naskah berita MetroTV bertema ekonomi dalam dua era teknologi yang berbeda, yaitu tahun 2008 dan tahun 2025. Menggunakan metode campuran (mixed method) dengan desain sekuensial eksplanatori, penelitian ini mengolah data primer sebanyak 586 kalimat dari tahun 2008 dan 3.966 kalimat dari tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang kontradiktif dengan hipotesis awal mengenai penyederhanaan bahasa di era digital. Berita tahun 2008 didominasi oleh struktur yang lugas, yaitu kalimat tunggal (62%), pola parataktis (63%), dan frasa deskriptif (52%). Sebaliknya, berita tahun 2025 menampilkan struktur yang jauh lebih kompleks melalui dominasi kalimat majemuk (66%), pola hipotaktis (60%), penggunaan konjungsi subordinatif yang masif (74%), serta kecenderungan kuat pada frasa derivatif (95%). Dapat disimpulkan bahwa kecepatan komunikasi digital di ranah media formal tidak menyebabkan penyederhanaan bahasa, melainkan memicu evolusi sintaksis menjadi lebih padat informasi. Perubahan ini membuktikan adanya adaptasi peran media yang kini lebih mengedepankan penyajian konteks dan kedalaman analisis melalui struktur kalimat yang lebih berlapis.
Copyrights © 2025