Penelitian ini berangkat dari pentingnya sarana-prasarana sebagai prasyarat lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif di sekolah dasar. Tujuan penelitian mendeskripsikan kondisi fasilitas SDN Nanga Waru, upaya peningkatan, serta dampaknya pada pembelajaran. Metode deskriptif kualitatif naturalistik digunakan. Data dikumpulkan melalui observasi 14 hari (13–28 Februari 2025), wawancara terarah dengan kepala sekolah, guru, dan operator, serta dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan beberapa ruang kelas masih bersifat darurat, pencahayaan dan ventilasi kurang memadai, pagar sekolah belum lengkap, serta perpustakaan dan sarana olahraga-seni terbatas. Kondisi tersebut menurunkan kenyamanan dan konsentrasi serta membatasi variasi metode mengajar, meski motivasi siswa dan kegiatan ekstrakurikuler tetap tinggi. Disimpulkan bahwa perbaikan ruang kelas, pencahayaan, ventilasi, keamanan, serta penguatan sarana literasi dan olahraga-seni perlu diprioritaskan melalui manajemen berbasis kebutuhan dan kolaborasi pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026