Pendidikan IPA bertujuan membangun pola pikir ilmiah, namun siswa kelas VII sering mengalami kesulitan memahami konsep yang kompleks dan abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar IPA, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan rekomendasi perbaikan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket pendukung. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan utama terletak pada pemahaman konsep dan penyelesaian soal, khususnya pada materi besaran turunan yang membutuhkan penalaran matematis. Faktor penyebab mencakup aspek intrinsik (rendahnya minat dan motivasi) serta ekstrinsik (metode pembelajaran monoton dan keterbatasan sarana laboratorium). Simpulan penelitian menegaskan bahwa kesulitan belajar IPA dipicu oleh interaksi antara kemampuan dasar siswa dan lingkungan belajar yang kurang mendukung. Rekomendasi perbaikan meliputi penerapan metode pembelajaran variatif, penggunaan alat peraga sederhana berbasis lingkungan, serta penguatan motivasi melalui pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Copyrights © 2026