EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
Vol. 5 No. 4 (2025)

PERKEMBANGAN ISLAM MELAYU DAN ISLAM NUSANTARA: SEJARAH, BUDAYA, DAN PENGARUH SOSIAL

Safrina, Sri (Unknown)
Rusli, Risan (Unknown)
Ismail, Ismail (Unknown)
Dewi, Mutia (Unknown)
Kirana, Candra (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2025

Abstract

This study aims to examine the development of Malay Islam and Islam Nusantara by analyzing its historical, cultural, and social dimensions within the Southeast Asian context. The research employs a qualitative approach based on a literature review, analyzing academic books, journal articles, and relevant scholarly sources related to Islamization and local Islamic dynamics. The findings indicate that Islam developed in the Malay–Nusantara region through peaceful mechanisms, particularly trade, Sufi-based da‘wah, and sustained social interaction. This process not only facilitated the emergence of early Islamic centers but also encouraged cultural acculturation between Islamic teachings and local traditions. Culturally, this interaction produced moderate, adaptive, and contextual forms of religious expression, reflected in local customs, language, and Islamic literacy traditions. Socially, Islam played a significant role in shaping governance structures, educational institutions, and social cohesion from the pre-colonial period to the modern era. Overall, this study confirms that Malay Islam and Islam Nusantara represent a creative interaction between Islamic values and local culture, resulting in a distinctive, inclusive, and socially relevant form of Islam. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan Islam Melayu dan Islam Nusantara dengan menelaah dimensi sejarah, budaya, dan pengaruh sosialnya dalam konteks Asia Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis buku akademik, artikel jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan dengan proses islamisasi dan dinamika Islam lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam berkembang di kawasan Melayu–Nusantara melalui mekanisme damai, terutama perdagangan, dakwah sufistik, dan interaksi sosial yang berkelanjutan. Proses tersebut tidak hanya mendorong terbentuknya pusat-pusat awal Islam, tetapi juga memfasilitasi akulturasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal. Dari aspek budaya, interaksi tersebut melahirkan corak keberagamaan yang moderat, adaptif, dan kontekstual, tercermin dalam praktik adat, bahasa, serta tradisi literasi Islam. Sementara itu, dari sisi sosial, Islam berperan penting dalam membentuk struktur pemerintahan, lembaga pendidikan, dan solidaritas masyarakat, baik pada masa pra-kolonial maupun hingga periode modern. Penelitian ini menegaskan bahwa Islam Melayu dan Islam Nusantara merupakan hasil interaksi kreatif antara ajaran Islam dan budaya lokal yang membentuk identitas keislaman khas, inklusif, dan relevan dalam menghadapi dinamika sosial kontemporer.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

educational

Publisher

Subject

Education Other

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan ...