Pengolahan kopi metode basah menghasilkan limbah berupa kulit kopi. Limbah kulit kopi ini dapat berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan tepat. Masalah lingkungan yang disebabkan limbah kulit kopi yaitu bau tidak sedap, peningkatan limbah organik di sekitar lokasi pengolahan, pencemaran air, dan pencemaran pH tanah menjadi asam. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan limbah kulit kopi yaitu mengolahnya menjadi produk teh cascara. Teh cascara adalah teh herbal yang terbuat dari limbah kulit kopi yang dikeringkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research). Metode PAR dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pemahaman peserta terkait penanganan limbah kulit kopi dengan nilai presentase dari 36,7% menjadi 76,6%. Kegiatan pelatihan berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan limbah yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomi.
Copyrights © 2025