Artikel ini mengkaji pelaksanaan sosiologi pendidikan Islam di Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang, sebuah pesantren mahasiswa bagi penerima beasiswa KIP-K yang mengintegrasikan pendidikan universitas dengan pembinaan karakter berbasis asrama. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, penelitian menggunakan data dari observasi kegiatan rutin seperti shalat berjamaah, halaqah tahfidz, pembelajaran malam, kompetisi keagamaan, serta dokumen resmi kampus dan laporan Haflah Akhirussanah 2024. Dari perspektif sosiologis, Ma’had berfungsi sebagai agen sosialisasi yang membantu mengurangi ketimpangan akses pendidikan melalui lingkungan komunal yang mendukung transformasi karakter. Tantangan seperti adaptasi terhadap disiplin ketat dan integrasi dengan kurikulum kampus ditangani melalui pendampingan musyrif/musyrifah. Penelitian menyimpulkan bahwa Ma’had Al-Jami’ah adalah model sinergi pesantren–perguruan tinggi yang efektif dalam membentuk generasi Muslim moderat, dengan rekomendasi penguatan fasilitas, program orientasi, dan replikasi melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama.
Copyrights © 2025