Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka filsafat pendidikan Islam berbasis kearifan lokal Kalimantan Timur melalui integrasi epistemologi, ontologi, dan aksiologi (E, O, A). Kajian ini berangkat dari kecenderungan praktik pendidikan yang seragam, sehingga pengetahuan lokal kerap diposisikan sebagai pelengkap dan pembelajaran menjadi kurang kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis konseptual terhadap literatur filsafat pendidikan, pendidikan Islam, pendidikan karakter, serta kajian kearifan lokal. Analisis dilakukan melalui inventarisasi gagasan kunci E, O, A, pemetaan kearifan lokal sebagai sumber pengetahuan, konteks manusia yang dibina, dan orientasi nilai, lalu sintesis menjadi kerangka integratif yang operasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara epistemologis kearifan lokal perlu diakui sebagai pengetahuan yang sah, berdampingan dengan teks keagamaan dan pengetahuan ilmiah, sehingga pembelajaran bergeser dari transfer menuju konstruksi pengetahuan melalui dialog dan refleksi. Secara ontologis peserta didik dipahami sebagai manusia multidimensional yang tumbuh dalam lanskap sosial budaya dan ekologis setempat; karenanya kurikulum dituntut menjadi “cermin kehidupan” melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Secara aksiologis, nilai kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian ekologis diposisikan sebagai inti akhlak dan adab, serta diperluas dalam horizon humanisme dan keberlanjutan. Sintesis menghasilkan model “E, O, A Kalimantan Timur” yang mengoperasionalkan integrasi melalui tema kurikulum lokal, proyek berbasis komunitas, studi kasus, dan evaluasi yang menimbang aspek kognitif sekaligus karakter. Kajian juga mengidentifikasi tantangan implementasi berupa risiko romantisasi budaya, kesiapan pedagogis guru, keterbatasan bahan ajar kontekstual, dan kebutuhan indikator penilaian karakter yang adil. Temuan ini menyediakan pijakan teoretis dan panduan praktis bagi pengembangan kurikulum serta perangkat pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang relevan konteks, sekaligus membuka agenda penelitian empiris pada berbagai jenjang pendidikan.
Copyrights © 2025