Digital dictionaries have become an essential tool in Arabic language learning for non-native speakers, particularly due to their accessibility and practical features. This study investigates the articulation techniques employed in Arabic digital dictionaries and evaluates their contribution to supporting Arabic–foreign language translation. The study adopts a qualitative design through a focused literature review of two commonly used Arabic digital dictionaries, namely Al-Maʿani Dictionary and Mutarjim Dictionary, selected based on their widespread use among learners and educators. Relevant academic sources discussing digital lexicography, articulation systems, and Arabic language instruction were also examined. The findings indicate that both dictionaries apply an articulation-based pronunciation system (Nidzām an-nuṭqī), which enables users to locate vocabulary efficiently by relying on initial sound patterns rather than traditional root-based searching. While this system is beneficial for speeding up word retrieval, several translation entries were found to lack grammatical accuracy and consistency with Arabic linguistic rules. Moreover, most dictionaries provide limited morphological explanations, which may encourage learners to prioritize convenience over linguistic understanding. This study contributes to the field by highlighting structural and pedagogical limitations in Arabic digital dictionaries and underscores the importance of integrating Arabic morphological instruction to support more comprehensive and accurate language learning. Abstrak Kamus digital telah menjadi alat penting dalam pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-asli, terutama karena aksesibilitas dan fitur praktisnya. Studi ini meneliti teknik artikulasi yang digunakan dalam kamus digital bahasa Arab dan mengevaluasi kontribusinya dalam mendukung penerjemahan bahasa Arab ke bahasa asing. Studi ini mengadopsi desain kualitatif melalui tinjauan literatur yang terfokus pada dua kamus digital bahasa Arab yang umum digunakan, yaitu Kamus Al-Maʿani dan Kamus Mutarjim, yang dipilih berdasarkan penggunaannya yang luas di kalangan pelajar dan pendidik. Sumber-sumber akademis yang relevan yang membahas leksikografi digital, sistem artikulasi, dan pengajaran bahasa Arab juga diperiksa. Temuan menunjukkan bahwa kedua kamus tersebut menerapkan sistem pengucapan berbasis artikulasi (Nidzām an-nuṭqī), yang memungkinkan pengguna untuk menemukan kosakata secara efisien dengan mengandalkan pola bunyi awal daripada pencarian berbasis akar kata tradisional. Meskipun sistem ini bermanfaat untuk mempercepat pencarian kata, beberapa entri terjemahan ditemukan kurang akurat secara tata bahasa dan konsisten dengan aturan linguistik bahasa Arab. Selain itu, sebagian besar kamus memberikan penjelasan morfologis yang terbatas, yang dapat mendorong pembelajar untuk memprioritaskan kemudahan daripada pemahaman linguistik. Studi ini berkontribusi pada bidang ini dengan menyoroti keterbatasan struktural dan pedagogis dalam kamus digital bahasa Arab dan menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan pengajaran morfologi bahasa Arab untuk mendukung pembelajaran bahasa yang lebih komprehensif dan akurat.
Copyrights © 2026