Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya transaksi pada layanan perbankan serta biaya transaksi penunjang yang muncul di luar mekanisme resmi bank, terutama dalam konteks layanan digital. Fokus analisis diarahkan pada perbedaan karakteristik antara biaya yang ditetapkan lembaga keuangan, yang bersifat formal dan terukur, dan biaya tambahan yang timbul akibat keterbatasan informasi, information asymmetry, serta kebutuhan nasabah untuk memenuhi berbagai keperluan administratif dan teknis sebelum maupun sesudah proses kredit. Pendekatan kualitatif digunakan melalui analisis dokumen, telaah teori biaya transaksi, serta penelusuran temuan empiris yang relevan untuk merumuskan pola biaya transaksi yang dihadapi nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya transaksi bank terdiri atas biaya administrasi, pengawasan, pencarian informasi, dan biaya kepercayaan penyedia kredit. Biaya transaksi penunjang mencakup biaya pelaksanaan, monitoring, serta biaya informasi dan koordinasi, yang seluruhnya muncul akibat proses komunikasi, konsumsi, maupun transportasi nasabah. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi layanan belum sepenuhnya mengurangi biaya transaksi, karena nasabah dengan literasi keuangan dan literasi digital terbatas tetap menanggung beban biaya yang cukup besar. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya edukasi, transparansi, dan penyederhanaan prosedur oleh perbankan untuk menekan ketidakefisienan yang dialami nasabah. Upaya tersebut berpotensi meningkatkan inklusi keuangan, memperkuat kepercayaan, dan menciptakan transaksi yang lebih efisien serta berkeadilan.
Copyrights © 2025