Tujuan penelitian ini ingin mengetahui implementasi aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis terintegrasi) pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kota Banjarmasin dan faktor-faktor penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.Teori yang digunakan teori Implementasi dari Edward III dalam Wahab ( 2005) yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Lokasi Penelitian Kantor Kemenag Kota Banjarmasin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi aplikasi SRIKANDI pada Kantor Kemenag Kota Banjarmasin sudah berjalan baik bila dianalisis menggunakan Teori Edward III. Implementasi pengelolaan arsip dinamis berdasarkan Undang-Undang No 43 tahun 2009 tentang Kearsipan pada aplikasi SRIKANDI yang menyangkut penciptaan arsip sudah sesuai dengan prosedur, penggunaan arsip sangat mempermudah proses pencarian arsip yang diperlukan, serta pemeliharaan arsip meminimalisir kehilangan arsip sedangkan penyusutan arsip belum pernah dilakukan dikarenakan penerapan aplikasi SRIKANDI baru saja diterapkan dan belum memenuhi JRA (Jadwal Retensi Arsip). Faktor-faktor penghambat implementasi aplikasi SRIKANDI berupa hambatan teknis, kurangnya motivasi kerja, kurangnya tenaga arsiparis dan kurangnya arahan dari pimpinan unit kerja.
Copyrights © 2025